Anggaran Rp 800 Juta Pameran Luar Negeri Bagi UMKM Dicoret

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Co-founder The Goods Dept, Leonard Theosabrata setelah resmi dilantik menjadi Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Co-founder The Goods Dept, Leonard Theosabrata setelah resmi dilantik menjadi Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran operasional Rp 800 juta untuk mengikuti pameran luar negeri bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi dicoret. Anggaran itu dipindahkan untuk membangun fasilitas baru di Gedung Smesco di daerah Pancoran, Jakarta Selatan.

    “Saya stop semua (anggaran untuk pameran luar negeri),” kata Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) alias Smesco, Leonard Theosabrata dalam temu media di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Maret 2020.

    Leo menilai keputusan untuk mengajak UMKM Indonesia mengikuti pameran di luar negeri selama ini tidak berdampak banyak. Sebab, tak jarang UMKM yang diboyong belum siap dengan produk mereka sendiri. Walhasil, bukannya menghasilkan transaksi, para pelaku UMKM itu hanya pulang ke Indonesia membawa kartu nama.

    Karena itu, Leo memindahkan anggaran pameran luar negeri untuk merevitalisasi Gedung Smesco. Leo sedang menggodok SPARC Program. Lewat program ini, dia ingin membangun wajah Smesco yang lebih baik untuk mendukung perkembangan UMKM. 

    Di sana, dia akan memperbaiki interior dan eksterior dari Gedung Smesco. Lalu, Leo juga ingin membangun business lounge, bengkel untuk penelitian produk, sampai tiga lantai food court. “Satu lantai saja minimal sudah Rp 10 miliar,” kata dia.

    Pencoretan anggaran pameran ke luar negeri juga tak lepas dari upaya efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Leo di tubuh Smesco. Setelah dilantik sejak Desember 2019, Leo mendapat fakta bahwa dua pertiga dari Rp 20 miliar anggaran di Smesco habis untuk gaji pegawai dan perawatan sarana prasarana.  

    Dengan anggaran yang dianggapnya kurang tersebut, Leo mengatakan tantangannya cukup besar untuk bisa mengembangkan 760 ribu lebih UMKM di Indonesia. Dia kini gencar membangun kerja sama dengan pihak swasta untuk mendapatkan pembiayaan, termasuk untuk revitalisasi Gedung Smesco.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.