IHSG Anjlok, BEI: Dana Pensiun dan Asuransi Siap Masuk Pasar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ada beberapa dana pensiun yang berkomitmen untuk masuk ke pasar pada sesi perdagangan, Senin, 16 Maret 2020. BEI juga mengimbau investor untuk tidak panik kendati Indeks Harga Gabungan atau IHSG terkoreksi 5 persen pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat, 13 Maret 2020.

    Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan pada Senin mendatang beberapa lembaga pengelola dana panjang siap masuk ke pasar saham untuk membeli saham-saham yang terkoreksi. “Ada beberapa dana pensiun yang berkomitmen untuk membeli karena memang saat ini tepat untuk belanja saham-saham bagus. Asuransi dan dana pensiun yang cukup besar,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

    Inarno mengajak para investor agar lebih rasional dan tidak ikut-ikutan melakukan aksi jual saham. Pasalnya banyak saham yang terkoreksi saat ini memiliki kinerja yang baik.Seperti diketahui, BEI melaporkan investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai sekitar Rp 256,57 miliar pada perdagangan, Kamis, 12 Maret 2020.

    IHSG terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan saham pun dihentikan sekaligus ditutup karena penghentian sementara berlangsung pada pukul 15,33 WIB.

    Hari ini, BEI juga menyetop sementara perdagangan saham pada pukul 09.15 WIB setelah indeks terkoreksi 5,01 persen. Perdagangan saham kembali dibuka pada pukul 09.45 WIB.

    Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menjelaskan investor asing melakukan aksi jual Rp 250 miliar pada, Kamis, 12 Maret 2020. Namun, sayangnya tidak ada perlawanan dari investor lokal.

    Dia menyebut seharusnya di tengah gejolak pasar pemerintah dapat masuk ke pasar saham. Salah satunya lewat pembelian kembali saham atau buyback lewat institusi seperti BPJS, Taspen, dan lain-lain.

    “Dalam dua hari ini sama sekali tidak ada perlawanan dari institusi lokal terhadap aksi jual asing,” katanya.

    Janson menilai seharusnya Indonesia bisa meniru Singapura yang memiliki Temasek. Perseroan pelat merah Negeri Singa itu memiliki kemampuan membeli Bank of America saat terjadi subprime mortgage pada 2008. “Pada 2017 dan 2018 kalau tidak salah asing net sell besar tetapi BPJS yang menahan pasar,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.