Perdagangan Baru Dibuka, IHSG Langsung Anjlok 5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka dengan pelemahan tajam hampir 5 persen pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat 13 Maret 2020. Begitu dibuka, IHSG langsung bergerak turun 226,39 poin ke level 4.667,82 atau turun 4,67 persen.

    Level penurunan ini hampir mendekati batas 5 persen yang sudah cukup bagi Bursa Efek Indonesia untuk menyetop perdagangan sementara (trading halt). 

    Untuk diketahui, hari ini Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan batasan auto rejection yang baru. Batas auto reject bawah (ARB) diubah dari 10 persen menjadi 7 persen. 

    Ketentuan auto rejection untuk perdagangan saham hasil Penawaran Umum yang pertama kali diperdagangkan di Bursa diubah dari dua kali dari persentase batasan auto rejection menjadi satu kali. Mulai hari ini, BEI juga meniadakan saham yang dapat diperdagangkan pada sesi pra pembukaan (pra opening) di Bursa Efek

    Sebagaimana diketahui, kemarin perdagangan saham ditutup lebih cepat karena Bursa Efek Indonesia menerapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada pukul 15.33 WIB. Saat itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748.

    Kemarin, sebanyak 8 dari 9 sektor berakhir di wilayah negatif, dengan sektor properti mencatat pelemahan terbesar hingga 3,59 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 3,19 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumsi menguat 1,25 persen.

    Bursa saham di Asia dan Amerika Serikat juga ikut rontok. Di Asia Tenggara, pasar saham di Thailand yang bergantung pada pariwisata jatuh hampir 11 persen, menjadi penurunan harian terbesar sejak Desember 2006.

    Seiring dengan IHSG, bursa saham Filipina dan Singapura juga mengalami koreksi. Bursa Filipina mencetak rekor terburuk sejak krisis keuangan 2008, merosot sebanyak 9,7 persen. Adapun Bursa Singapura turun 3,8 persen ke level terendah dalam tempat tahun terakhir.

    Di Amerika, Indeks S&P 500 turun sebesar 9,5 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 10 persen dan sempat mengalami halting pada pertengahan perdagangan. Bursa saham Brasil juga melemah 15 persen dan indeks utama Kanada, indeks S&P/TSX Composite, mencatatkan penurunan terburuk sejak 1940, yaitu melemah 12 persen.

    BISNIS 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.