IHSG Anjlok Lagi, BUMN Karya Ramai-Ramai Buyback Saham

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO,Jakarta - Tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya berniat melakukan pembelian kembali saham atau buyback di tengah tren koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kamis kemarin, perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpaksa ditutup lebih cepat karena IHSG telah anjlok lebih dari 5 persen.

    Berdasarkan publikasi yang diterbitkan oleh keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis 12 Maret 2020, aksi buyback saham BUMN ini akan dilakukan  oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., yang eksekusinya akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan.

    PT Wijaya Karya (WIKA) Tbk. akan mengalokasikan dana sebesar Rp 300 miliar guna melakukan buyback saham BUMN tersebut. Dana ini paling banyak 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. “Periode Pembelian Kembali Saham. 13 Maret 2020 s/d 13 Juni 2020,” tulis keterangan manajemen Wijaya Karya yang dikutip Tempo, Kamis 12 Maret 2020.

    Dalam transaksi ini, WIKA menunjuk PT Bahana Sekuritas untuk melakukan buyback. Perseroan juga berharap aksi korporasi ini dapat menjaga stabilitas harga sahamnya di masa yang akan datang. Sebab saat ini harga saham WIKA dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek perusahaan konstruksi tersebut.

    "Diharapkan dengan buyback maka saham WIKA dapat memiliki pergerakan harga saham yang positif," tulis manajemen. 

    Kemudian, PT PP (Persero) Tbk.  juga berniat melakukan buyback dengan kesiapan dana Rp 250 miliar. Manajemen PT PP menyebut, pembelian kembali saham akan dimulai 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020 mendatang.

    Dalam program  buyback saham BUMN, PT PP menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai perantara pedagang efek. Manajemen PT PP menuturkan, pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan di harga yang dianggap baik dan wajar dengan memperhatikan sejumlah peraturan yang berlaku. Pembelian tersebut akan dilakukan pada harga yang lebih rendah atau sama dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya.

    Selanjutnya,  PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dalam rencananya untuk melakukan buyback saham BUMN, telah menyiapkan  Rp 300 miliar dengan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal disetor. “Kondisi perdagangan saham di Bursa Efek lndonesia sejak awal tahun 2020 sampai dengan ditetapkannya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mengalami tekanan yang signifikan yang diindikasikan dari penurunan lndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 18,46 persen dan kondisi perekonomian regionat dan gtobal yang mengatami tekanan dan pelambatan, antara tain disebabkan oleh wabah COVID-19,” dikutip dari keterangan manajemen Waskita Karya pada keterbukaan informasi BEI, Kamis 12 Maret 2020.

    Berdasarkan data Waskita, sejak 1 Januari 2020 hingga 11 Maret 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 49 persen ke level 770. Hari ini, hingga perdagangan di Bursa Efek Indonesia dihentikan, saham Waskita turun 16,23 persen ke level 645. "Penurunan signifikan harga saham Perseroan tidak mencerminkan kinerja positif Perseroan, sehingga Perseroan bermaksud untuk menunjukkan komitmennya datam rangka meningkatkan nilai pemegang saham melalui Pembelian Kembali Saham Perseroan, " tulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.