Trump Larang Pesawat Eropa Masuk, Bursa Saham Panik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan respons AS terhadap pandemi virus corona COVID-19 selama pidatonya dari Oval Office Gedung Putih di Washington, AS, 11 Maret 2020. [Doug Mills / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Presiden Donald Trump melarang pesawat dari Eropa masuk ke wilayah Amerika Serikat, bursa saham global dilanda kepanikan. Kepanikan itu bahkan menjalar sampai ke Indonesia dan memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 30 menit lebih cepat pada pukul 15.33 kemarin, Kamis 12 Maret 2020, karena sudah longsor 5 persen ke level 4.895.

    Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menyebut IHSG anjlok akibat kepanikan investor terhadap virus corona. Ketakutan akan virus corona itu semakin menjadi-jadi setelah Negeri Paman Sam mengumumkan larangan perjakanan dati dan menuju Eropa.

    Market turun karena larangan travel dari Amerika Serikat yang disebabkan penyebaran virus. Hal ini tentu saja akan berdampak pada perekonomian. Penyebaran virus corona di luar Cina mulai masif dan membuat WHO mengumumkan ini sebagai pendemi,” kata Hans kepada Bisnis.com pada Kamis.

    Selain itu, terdapat kasus meninggalnya pasien korona dalam negeri yang juga ikut menekan laju IHSG ke level 4.895. Hans mengatakan sentimen positif saat ini hanyalah pelonggaran pungutan pajak dan aksi buyback yang bakal dilakukan oleh sejumlah emiten.

    Dilansir dari Bloomberg, Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan pembatasan perjalanan dari Eropa selama 30 hari ke depan. Langkah ini merupakan upaya pemerintah AS untuk menahan penyebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.