Adhi Karya Siapkan Rp 100 Miliar untuk Buyback Saham BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya Persero) Tbk. menyatakan telah menyiapkan dana senilai Rp 100 miliar guna melakukan pembelian kembali atau buyback saham BUMN.

    “Pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka, dengan alokasi dana sebanyak-banyaknya Rp 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) atau paling banyak 20 persen (dua puluh perseratus) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan," dikutip dari keterangan tertulis Adhi Karya pada keterbukaan informas Bursa Efek Indonesia, Kamis 12 Maret 2020.

    Buyback saham BUMN akan dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan. Yakni, terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi, yakni dari 13 Maret 2020 sampai dengan 13 Juni 2020.

    Kemudian, pelaksanaan transaksi pembelian saham akan dilaksanakan Adhi Karya berdasarkan pertimbangan dari direksi perseroan melalui BEI.

    Sementara itu, jika dana yang dialokasikan untuk buyback telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, maka perseroan akan mengumumkan penghentian buyback saham BUMN.

    “Pembelian kembali saham diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa yang akan datang. Pada saat ini harga saham perseroan tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek perseroan, diharapkan dengan pembelian kembali saham maka saham perseroan dapat memiliki pergerakan harga saham yang positif,” tulis keterangan tersebut.

    Adapun saat ini, saham ADHI bergerak di rentang 570-610 dan pada posisi terakhir saat bursa dihentikan sementara terpantau di level 580, turun 7,94 persen. Dalam periode tahun berjalan, saham Adhi Karya tercatat sudah anjlok 50,64 persen.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.