Eks Kamp Pengungsi Diubah Jadi Rumah Dinas Dokter COVID-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien yang sembuh dari virus Corona melambaikan tangan saat meninggalkan rumah sakit sementara Wuchang di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 10 Maret 2020. Menurut peta penyebaran Covid-19 mencatat hingga Rabu (11/3) total pasien sembuh di Hubei mencapai 49.134 orang. Xinhua/Wang Yuguo

    Pasien yang sembuh dari virus Corona melambaikan tangan saat meninggalkan rumah sakit sementara Wuchang di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 10 Maret 2020. Menurut peta penyebaran Covid-19 mencatat hingga Rabu (11/3) total pasien sembuh di Hubei mencapai 49.134 orang. Xinhua/Wang Yuguo

    Tempo.Co, Jakarta - Bekas kamp pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau, sedang direnovasi untuk menjadi rumah dokter, perawat, hingga dapur dan gudang. Kamp ini nantinya akan menjadi bangunan pendukung untuk fasilitas observasi virus corona atau COVID-19 yang juga sedang dibangun di pulau tersebut.

    “Hari ini kami sudah bersihkan yang kawasan pengungsi Vietnam, sejak hari Minggu,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danis Sumadilaga, seusai konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Maret 2020.

    Kamp ini pernah difungsikan pada 1979 sampai 1996. Menurut Danis, struktur bangunan dari kamp ini sebenarnya masih bagus. Hanya saja, plafon dan atap bangunan di beberapa bangunan dalam kondisi rusak. Sehingga, renovasi pun akan dilakukan. “Itu yang kami gunakan untuk zona pendukung,” kata dia.

    Sejak Selasa, 10 Maret 2020, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun mengatakan pembangunan fasilitas observasi alias Rumah Sakit Corona ini sudah dimulai dan ditargetkan selesai 28 Maret 2020. Khusus di fasilitas observasi, akan tersedia sekitar 400 tempat tidur.

    Ruang observasi ini akan berbentuk seperti barak, di mana 1 barak terdiri dari 6-8 tempat tidur. Selain ruang observasi, terdapat juga ruang isolasi yang dibangun untuk sekitar 50 orang, terdiri dari 30 kamar ICU (Intensive Care Unit) untuk perawatan lebih intensif dan 20 kamar non-ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

    Saat ini, pembersihan lahan untuk pembangunan fasilitas observasi sudah berjalan. Material konstruksi juga sudah mulai dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pulau Galang. Sementara akses menuju ke sana, tetap mengandalkan Pelabuhan Sijantung yang tak jauh dari sana dan Bandara Hang Nadim di Pulau Batam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.