Awal Perdagangan, Laju IHSG Ambles

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok dan terjerembap lebih dari 4 persen pada awal perdagangan hari ini, Kamis 12 Maret 2020, di tengah pelemahan pasar saham global.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka anjlok 2,20 persen atau 113,14 poin di level 5.040,96. Kemudian pada pukul 09.16 WIB, indeks bergerak ke level 4.938,12 dengan penurunan tajam 215,98 poin atau 4,19 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    “Kami perkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan seiring melemahnya bursa global dan regional,” tulis Samuel Sekuritas melalui publikasi risetnya, Kamis 12 Maret 2020.

    Tim riset Samuel Sekuritas memaparkan Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi sebesar 5,05 persen.

    Seluruh 9 sektor IHSG terpantau bergerak negatif pada Kamis 12 Maret 2020 pagi, dipimpin industri dasar (-7,15 persen), properti (-4,73 persen), dan finansial (-4,43 persen).

    Sementara itu, sebanyak 37 saham menguat, 229 saham melemah, dan 418 saham stagnan dari 684 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 5,47 persen dan 8,79 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG pada pukul 09.16 WIB.

    IHSG minus 3,86 persen atau berada di level 4.956 pada pukul 10.37 WIB.

    Indeks saham lain di Asia Tenggara juga tampak tertekan di zona merah pada Kamis pagi dengan indeks FTSE Straits Times Singapura (-3,78 persen), FTSE KLCI Malaysia (-0,92 persen), dan PSEi Filipina (-5,48 persen).

    Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang meluncur 4,29 persen dan 4,49 persen masing-masing, Kospi Korea Selatan jebol 3,90 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun tajam 3,71 persen pukul 09.17 WIB.

    Di China, tempat wabah corona bermula, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah 1,35 persen dan 1,67 persen, sedangkan Taeix Taiwan merosot 3,90 persen.

    Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG akan melanjutkan pelemahannya di tengah tekanan yang dialami bursa global dan regional.

    Pada Kamis 12 Maret 2020, bursa saham AS ditutup di zona merah, dengan Dow Jones terkoreksi sebesar 5,86 persen, S&P 500 turun tajam 4,89 persen, dan Nasdaq merosot 4,70 persen. Bursa saham Eropa juga ditutup di wilayah negatif.

    Pagi ini, jumlah korban jiwa virus corona terus menanjak mencapai total lebih dari 4.600 jiwa, dengan total lebih dari 126.000 kasus di seluruh dunia, seperti dikutip dari worldometers.

    Semakin banyak pula negara yang terjangkit virus mematikan ini dengan mencapai total 124 negara atau lebih dari separuh total jumlah negara di dunia.

    Di Indonesia, pemerintah mengumumkan data terbaru jumlah pasien terkait infeksi virus Corona. Jumlah pasien yang terkonfirmasi bertambah 7 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi mencapai 34 orang.      

    Wabah Covid-19 di Indonesia semakin merebak dan sebagai dampaknya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tertekan. Bank Indonesia juga sedang menghitung ulang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.