Virus Corona Disebut Jadi Momen Mendorong Asuransi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memeriksakan kesehatannya di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Warga memeriksakan kesehatannya di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyebutkan industri asuransi jiwa membayar klaim asuransi kesehatan senilai Rp 20,99 triliun pada 2019 lalu. Angka ini naik 23,6 persen yoy dibanding tahun 2018 sebesar Rp 8,89 triliun.

    Budi menjelaskan klaim itu merupakan kontribusi industri asuransi jiwa dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi, meskipun penetrasinya masih rendah.  

    Dengan adanya pandemi virus corona ini, Budi berharap agar masyarakat dapat semakin sadar proteksi dan selalu menjaga kesehatannya. AAJI pun menuntut agar perusahaan-perusahaan asuransi proaktif dalam memastikan kesehatan para nasabah.
     
    Lebih jauh Budi berharap para anggota asosiasi bersikap proaktif. "Betul-betul mendatangi nasabahnya, mendatangi prospeknya, dan lain sebagainya. Kami berharap juga ada jalur-jalur distribusi (asuransi kesehatan) yang lebih pas untuk kondisi (penyebaran) corona ini," ujarnya, Rabu, 11 Maret 2020.
     
    Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyebutkan industri asuransi umum, melalui lini bisnis asuransi kesehatan, membayarkan klaim Rp 4,36 triliun sepanjang 2019. Angka itu naik 4,2 persen yoy dibandingkan dengan klaim asuransi kesehatan di industri asuransi umum pada 2018 senilai Rp 4,18 triliun.
     
    Dody menyebutkan penyebaran virus corona akan berpengaruh terhadap sejumlah bisnis asuransi umum, baik asuransi kesehatan maupun lini lainnya seperti kendaraan bermotor, properti, dan pengangkutan. "AAJI dan AAUI telah menyatakan bahwa tidak ada pengecualian bagi virus corona (dalam polis asuransi kesehatan), berarti itu bagus dalam kondisi saat ini. Ini momen paling bagus bagi industri asuransi untuk mendorong asuransi kesehatan," katanya.
     
    Secara keseluruhan, klaim asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa dan asuransi umum pada 2019 meningkat 17,41 persen yoy dari tahun sebelumnya. 
     
    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.