Redam Anjloknya IHSG, Taspen Diminta Beli Saham Undervalue

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmajo saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk

    Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmajo saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Taspen (Persero) akan dilibatkan untuk meredam anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal pekan ini. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, perusahaan pelat merah ini akan diminta masuk ke pasar untuk membeli saham.

    "Taspen dan dana-dana pensiun masuk ke pasar untuk membeli saham yang sudah undervalue, untuk kepentingan investasi masing-masing," kata Tiko, sapaan dari Kartika, saat dihubungi Tempo di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

    Saham yang akan dibeli tidak harus berasal dari emiten BUMN, namun juga bisa berasal dari saham emiten swasta di pasar modal. Dengan pembelian saham ini pula, Tiko menyebut Taspen bisa membantu agar pergerakan saham lebih stabil.

    Sejak Senin, 9 Maret 2020, IHSG tercatat anjlok hingga lebih dari 6 persen karena dipicu sentimen negatif global yakni wabah virus corona. IHSG ditutup melemah 361,73 poin atau 6,58 persen ke posisi 5.136,81. Sementara pada penutupan perdagangan sore ini, IHSG ditutup kembali ditutup melemah 1,28 persen ke posisi 5.154,1.

    Adapun pelibatan Taspen ini bukanlah solusi pertama yang diajukan oleh Kementerian BUMN. Selasa, 10 Maret 2020, Kementerian BUMN resmi meminta 12 perusahaan pelat merah untuk membeli kembali saham mereka yang sudah dijual ke publik alias buyback.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kebijakan ini diambil untuk mengembalikan kepercayaan kepada pasar di tengah anjloknya IHSG. “Mudah-mudahan bisa memperbaiki kinerja pasar kita terhadap isu yang ada,” kata dia.

    Adapun 12 perusahaan yang terlibat mulai dari Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Bukit Asam, dan BUMN lainnya. Total anggaran yang disiapkan yaitu sekitar Rp 7 sampai 8 triliun. Hari ini dan besok, rapat komisaris pun diadakan di 12 perusahaan ini untuk menghasilkan keputusan final.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.