527 Perusahaan Jerman Batal Masuk Cina, Kadin: Kesempatan Kita

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Kontingen Olimpiade, Rosan Roeslani menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan

    Ketua Kontingen Olimpiade, Rosan Roeslani menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani optimistis bisa menarik masuk seperempat dari 527 perusahaan Jerman yang batal masuk ke Cina.

    "Dari 527 perusahaan Jerman yang batal masuk Cina, kita dapat info seperempatnya akan ke Asia. Ini yang akan kita rebut, ini kesempatan bagi kita menarik investasi masuk," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020.

    Untuk menarik investasi asing ini, kata Rosan, juga perlu kesiapan tak hanya dari pemerintah, tapi juga dari pihak swasta.

    "Ada kebijakan stimulus pemerintah, menjaga cashflow terutama UMKM. Banyak juga restoran, UMKM ini akan diberikan stimulus kebijakan fiskal atau moneter," kata dia. "Ini bisa dalam bentuk 6 bulan disediakan pendanaan cukup signifikan, pembayaran cicilan setelah 6 bulan."

    Selain itu, kata Rosan, dia juga mengusulkan pemotongan pajak pegawai ditunda dulu sehingga bisa mendorong daya beli serta mengusulkan PPh 25 (pajak perusahaan) ditangguhkan selama 6 bulan.

    "Kita harus jaga perusahaan ini dan harus bisa antisipasi. Intinya melakukan kesediaan pangan menyambut lebaran no problem at all. Kita sudah dapat laporan dari asosiasi. Jadi tak perlu memborong berlebihan. Aman semua untuk barang termasuk dalam hadapi bulan puasa, bulan Ramadan," ujar Rosan.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.