Harga Bawang Bombay Naik, RI Keluarkan Izin Impor dari Selandia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kiri) dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin (kanan) usai diskusi di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kiri) dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin (kanan) usai diskusi di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengklaim telah menerbitkan surat izin impor atau SIP untuk komoditas bawang bombay secara bertahap. Kebijakan ini dilakukan untuk menyikapi melambungnya harga bawang bombay di pasaran yang tercatat naik hingga 10 kali lipat dari harga normal.

    "Kami sudah keluarkan izin untuk impor bawang bombay. RIPH sudah keluar dan langsung kita proses," ujar Agus di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.

    RIPH merupakan rekomendasi impor produk holtikultura yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian. RIPH diajukan Kementerian Pertanian kepada Kementerian Perdagangan sebagai salah satu syarat terbitnya SIP.

    Adapun dalam tahap awal, Kemendag telah mengeluarkan izin kuota impor sebesar 2.000 ton. Namun, Agus tak menjelaskan secara detail total bawang bombay yang akan diimpor sampai akhir tahun nanti. Pihaknya hanya menerangkan bahwa SIP yang dirilis kali ini ialah impor dari Selandia Baru.

    Setelah SIP terbit, Agus memastikan cadangan bawang bombay akan segera masuk ke dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Agus memperkirakan Indonesia akan mendapat cadangan bawang bombay secara berkala seiring dengan terbitnya SIP di masa mendatang.

    "Mungkin (impor) bawang bombay ini akan terus keluar. Selama RPH-nya masuk, kami akan proses," ujarnya.

    Selain bawang bombay, Agus mengakui bahwa kementeriannya telah menerbitkan SIP untuk komoditas lain, seperti anggur, dengan kuota 9 ribu ton. Adapun total kuota impor anggur tahun ini mencapai 170 ribu ton.

    Ditemui di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perdaganagan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana berharap pedagang tak menahan pasokan seumpama cadangan komiditas telah masuk ke Indonesia. "Kadang-kadang pedagang masih pegang (stok). Tapi karena izin belum keluar, mereka tahan. Nah, pas tahu izin keluar baru dikeluarkan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.