Bayar Tunggakan Nasabah Rp 16 T, Aset Likuid Jiwasraya Dijual

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aset yang mudah dikonversi menjadi dana tunai dengan cepat atau aset likuid milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diobral ke publik untuk membayar tunggakan klaim nasabah. Aset yang bakal digadai terdiri dari obligasi di reksadana, properti, hingga pusat perbelanjaan seperti Cilandak Town Square di Jakarta Selatan.

    “Intinya kami akan bayar yang tradisional polis, karena memang kami mengutamakan yang para pensiunan. Jadi kami lakukan, nanti nilainya lagi kami godok,” kata Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, 11 Maret 2020.

    Sebelumnya, Jiwasraya dinyatakan gagal bayar klaim nasabah yang mencapai Rp 16 triliun. Atas situasi ini, pemerintah pun turun tangan dan berjanji akan mulai melunasi untuk tahap pertama pada akhir Maret ini. Namun, pemerintah butuh persetujuan DPR yang saat ini masih memasuki reses.

    Hari ini, nasabah Jiwasraya pun kembali berharap Pemerintah dan DPR segera merealisasikan pembayaran tunggakan klaim secepatnya sesuai yang dijanjikan Kementerian BUMN. "Lebih cepat lebih bagus karena kami sudah menunggu 1 tahun 6 bulan tidak ada kabar berita," kata salah seorang nasabah PT Asuransi Jiwasraya, Machril kepada Antara.

    Lebih lanjut, Tiko, sapaan dari Kartika, menyebut sudah ada pihak yang tertarik untuk membeli aset milik Jiwasraya, salah satunya Cilandak Town Square. Namun, Ia enggan membeberkan identitas pihak tersebut dan menyerahkannya pada Jiwasraya saja “Itu B2B (business to business) lah itu,” kata dia.

    Tiko belum bisa memastikan tanggal pasti pembayaran tahap pertama tersebut. Kementerian BUMN akan melakukan rapat kerja sekali lagi dengan DPR seusai masa reses pada 22 dan 23 Maret 2020. Setelah itu, barulah pembayaran mulai dilaksanakan.

    Namun, Tiko tidak menjelaskan rinci berapa besar dana yang akan dibayarkan Jiwasraya pada tahap pertama nanti. “Saya kan gak manajemen BUMN, tapi Kementerian BUMN, bisa tanya ke Pak Hexana (Direktur Utama Jiwasraya),” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?