Rupiah Menguat, Terdongkrak Kebijakan The Fed Pangkas Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore, 10 Maret 2020, menguat seiring proyeksi penurunan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

    Rupiah ditutup menguat 41 poin atau 1,05 persen menjadi Rp 14.352 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 14.393 per dolar AS.

    "Ada harapan The Federal Reserve akan dipaksa untuk memberikan pemotongan suku bunga besar untuk meredam dampak dari virus corona," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020.

    Goldman Sachs memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) ketika para pembuat kebijakan berkumpul pada 17-18 Maret mendatang dan memotong 50 bps lagi pada pertemuan 28-29 April, ke kisaran 0 persen hingga 0,25 persen, yang terakhir terjadi pada 2015 lalu.

    Selain itu, ada optimisme bahwa stimulus fiskal baru untuk mendorong langkah-langkah pertumbuhan ekonomi, akan termasuk dalam anggaran Inggris mendatang. Bank sentral Inggris Bank of England juga diprediksi akan mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 50 bps pada April nanti.

    Dari domestik, para analis memperkirakan defisit APBN akan melebar seiring laporan bertambahnya kasus COVID-19 di Indonesia. Kementerian Keuangan memproyeksi defisit APBN tahun ini berpotensi naik pada level 2,2 persen hingga 2,5 persen seiring dengan ketidakpastian ekonomi akibat wabah tersebut.

    Hingga Selasa, jumlah korban jiwa akibat COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai total lebih dari 4.000 jiwa, seperti dikutip dari Worldometers.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.390 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.298 per dolar AS hingga Rp 14.412 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 14.411 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.342 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.