Pendiri Alibaba, Jack Ma Jadi Orang Terkaya di Asia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Alibaba, Jack Ma, didapuk sebagai orang terkaya di Asia versi Bloomberg Indeks Billionaires. Jack Ma menyingkirkan taipan energi asal India, Mukesh Ambani setelah harga minyak runtuh bersama dengan saham global. Kekayaan bersih Ambani tergerus US$ 5,8 miliar dan mendorongnya ke posisi kedua dalam daftar orang terkaya di Asia.

    Jack Ma, pendiri Alibaba Group Holding Ltd. sempat tergeser dari peringkat pertama pada pertengahan 2018. Kini Jack Ma kembali ke puncak teratas dengan kekayaan US$ 44,5 miliar, sekitar US$ 2,6 miliar lebih tinggi dari Ambani.

    Melorotnya kekayaan Ambani karena harga minyak anjlok pada rekor tertinggi dalam 29 tahun terakhir pada Senin, 9 Maret 2020, setelah Arab Saudi dan Rusia berjanji akan memompa lebih banyak minyak dalam pertarungan untuk pangsa pasar. Kemerosotan ini datang bertepatan dengan virus corona yang memicu penurunan permintaan pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

    "Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan andalan Ambani, Reliance Industries Ltd., mampu memangkas utang bersih menjadi nol pada awal 2021, seperti yang dijanjikan," seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa, 10 Maret 2020.

    Meskipun virus corona membatasi beberapa bisnis raksasa teknologi Alibaba, kerusakan telah dikurangi dengan meningkatnya permintaan untuk layanan komputasi awan dan aplikasi mobile. Sebaliknya, Reliance Industries, tidak memiliki strategi alternatif seperti itu.

    Saham konglomerat India ini anjlok 12 persen pada Senin, 9 Maret 2020, terbesar sejak 2009, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 26 persen.

    Beberapa miliarder dunia bernasib baik akibat anjloknya Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing jatuh lebih dari 7,5 persen, terbesar sejak krisis keuangan 2008. Jeff Bezos dan Bill Gates masing-masing kehilangan lebih dari US$ 5 miliar.

    Tapi tidak ada yang lebih menderita dari mereka yang kekayaannya ditopang oleh harga minyak. Kekayaan Wildcatter Harold Hamm terpangkas hampir setengahnya menjadi US$ 2,4 miliar sementara pengusaha minyak Jeff Hildebrand kehilangan US$ 3 miliar, menggeser keduanya keluar dari peringkat 500-anggota terkaya Bloomberg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.