PUPR: Proyek Pusat Observasi Penyakit Menular Kelar Bulan Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 18 Februari 2020. Menurut keterangan dari Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUP Mohammad Hosein Palembang Dr Zein Ahmad, satu pasien laki-laki berinisial TH (62) yang sempat diduga terinfeksi virus Corona (Covid-19) setelah pulang dari Malaysia, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tidak memenuhi kriteria terinfeksi virus Covid-19 dan saat ini masih dalam tahap observasi diruang isolasi Rumah Sakit. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas medis memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 18 Februari 2020. Menurut keterangan dari Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUP Mohammad Hosein Palembang Dr Zein Ahmad, satu pasien laki-laki berinisial TH (62) yang sempat diduga terinfeksi virus Corona (Covid-19) setelah pulang dari Malaysia, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tidak memenuhi kriteria terinfeksi virus Covid-19 dan saat ini masih dalam tahap observasi diruang isolasi Rumah Sakit. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun fasilitas observasi guna pengendalian infeksi penyakit menular, seperti virus corona (COVID-19) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

    "Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain," kata Basuki melalui pernyataan tertulis, Senin 9 Maret 2020.

    Adapun pembangunan fasilitas observasi tersebut, memanfaatkan lokasi eks tempat pengusian warga Vietnam yang difungsikan pada tahun 1979 hingga 1996 di Pulau Galang, dan saat ini masih termasuk ke dalam kawasan wisata sejarah.

    Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien. Sementara itu, ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar telah ditetapkan.

    Selain itu, untuk sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kemudian pada insinerator limbah padat, PUPR akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    "Bekas Rumah Sakit yang ada disini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry," ungkap Basuki.

    Basuki menuturkan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerjasama Operasi (KSO) antara PT. Wijaya Karya (Persero) dan PT. Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.

    Lebih lanjut Basuki menjelaskan, guna menyediakan air baku, telah disiapkan empat alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 kilometer(km), Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun untuk Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

    "Untuk menunjang fasilitas observasi dan isolasi, kami akan bangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.