Harga Emas Meroket Dinilai Akibat Market Panic Dampak Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan contoh emas yang dijual di butik emas Antam Mall Ambasador, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam melemah Rp5.000 per gram, yakni dari Rp699 ribu menjadi Rp694 ribu per gram, pada Selasa (2/7). Dengan demikian, harga logam mulia turun Rp11 ribu dalam dua hari berturut-turut. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan contoh emas yang dijual di butik emas Antam Mall Ambasador, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam melemah Rp5.000 per gram, yakni dari Rp699 ribu menjadi Rp694 ribu per gram, pada Selasa (2/7). Dengan demikian, harga logam mulia turun Rp11 ribu dalam dua hari berturut-turut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai harga emas global naik lebih dipengaruhi market panic akibat virus corona Covid-19. Wabah Covid-19 dianggap menciptakan ketidakpastian perang dagang dan indikasi akan terjadinya resesi ekonomi.

    "Jadi dimulai dari investor institusi besar yang memindahkan dana ke safe haven salah satunya emas dan yen Jepang. Kemudian diikuti oleh bank sentral di banyak negara yang mengurangi cadangan dolar dan masuk lebih banyak ke emas," kata Bhima saat dihubungi, Senin, 9 Maret 2020.

    Sentimen itu, kata dia, berimbas juga ke pemain retail untuk menumpuk emas dan berharap harga terus naik.

    Dia melihat dari sisi supply memang tidak ditemukan pertambangan dengan cadangan emas yang besar dalam 10 tahun terakhir. Artinya dari sisi supply emas tidak ada penambahan signifikan.

    "Kembali ke mekanisme pasar, di mana permintaan naik tinggi, tapi supply terbatas pastinya akan terjadi kenaikan harga," kata dia.

    Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah juga mengatakan kenaikan harga emas dipicu faktor global yang dirundung kekhawatiran akibat virus corona. Menurutnya emas adalah bentuk investasi yang paling minim risiko atau safe haven.

    "Kenaikan ini bersifat temporer mengikuti permasalahan corona ketika wabah corona mereda, kenaikan harga emas juga akan melambat atau terhenti," kata Piter.

    Kemarin harga emas batangan yang dijual di Pegadaian mencetak rekor tertinggi, yaitu Rp 854.000 per gram. Harga tersebut berlaku baik emas cetakan Antam maupun cetakan UBS.

    Dilansir dari situs resmi Pegadaian, Sabtu 7 Maret 2020, harga emas mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Emas batangan cetakan Antam ukuran 1 gram naik Rp 30 ribu per gram bila dibandingkan dengan posisi 2 Maret 2020. Adapun perubahan harga emas cetakan UBS untuk ukuran yang sama mencapai Rp 19 ribu per gram.

    Kenaikan harga akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode Maret 2019, setahun lalu. Tercatat, pada 25 Maret 2019, harga emas cetakan Antam yang dijual Pegadaian mencapai Rp 698 ribu untuk ukuran 1 gram. Dengan kata lain, dalam setahun harga emas sudah naik Rp 156 ribu per gram atau 18,26 persen.

    Harga emas cetakan Antam dan UBS yang dijual di Pegadaian juga memecahkan rekor baru. Dalam sepekan terakhir, rekor harga emas di tingkat retail sudah terpecahkan sedikitnya dua kali.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.