Dibayangi Corona, IHSG Awal Pekan Diprediksi Masih Lesu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak dalam teritori negatif pada sesi awal pekan ini. Meski begitu, indeks berpeluang rebound saat memasuki akhir pekan. 

    Hans memprediksi IHSG pada awal pekan ini akan bergerak dengan kisaran support 5.431 sampai dengan 5.288 dan resistance pada rentang 5.577 hingga 5.715.

    Dalam proyeksinya, hans memperkirakan IHSG akan terkoreksi pada awal pekan ini. “Pelaku pasar dengan horizon investasi lebih dari 1 tahun kembali kami rekomendasikan melakukan cicil beli ketika IHSG turun di bawah 5.300,” katanya dalam riset yang dikutip, Sabtu, 7 Maret 2020. 

    Lebih jauh Hans menjelaskan bahwa pasar saham dunia sempat menguat sejalan dengan stimulus yang dikeluarkan oleh sejumlah bank sentral di berbagai negara. Federal Reserve atau The Fed mengejutkan pasar setelah melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 poin menjadi 1  persen hingga 1,25 persen untuk mengantisipasi dampak virus Corona terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Oleh karena itu, Hans memprediksi pasar saham Amerika Serikat pekan ini akan mencermati penyebaran virus Corona. Terlebih, belakangan penyebaran virus mematikan itu terjadi sangat cepat di beberapa negara bagian Abang Sam tersebut.

    Pasar saham dunia, menurut Hans, juga masih khawatir dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut corona berpotensi menjadi pandemik. Bahkan, Moody’s telah memperingatkan wabah itu akan memicu resesi global pada paruh pertama 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.