Dihantam Corona, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Meluncur ke 4,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Sri Mulyani menilai, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi secara global akan lebih baik dari tahun ini. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Sri Mulyani menilai, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi secara global akan lebih baik dari tahun ini. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya telah melakukan simulasi dampak virus Corona atau COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi. Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan turun 0,5-0,9 persen dan angka itu bakal berdampak simetris terhadap perekonomian Indonesia.

    "Jadi kalau kita ya pertumbuhan 4,9 persen, bisa turun ke antara 4,5 sampai 4,3 persen tergantung perkembangan dari Corona virus ini, penanganannya seperti apa," kata Sandiaga usai diskusi Corona dan Kondisi Kebutuhan Pokok Kita di The Maj Senayan, Sabtu, 7 Maret 2020.

    Karena itu, kata dia, pelaku usaha mikro kecil dan menengah harus mengencangkan ikat pinggang. Sedangkan pemerintah, kata dia, harus segara melakukan policy response atau kebijakan yang memastikan ekonomi bergerak.

    Dia melihat, saat ini sudah terlihat sektor yang terdampak, yaitu pariwisata, transportasi, manufaktur, dan konsumsi. Adapun menurut Sandiaga Uno, sektor pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang 50 persen lebih dari konsumsi. Padahal, ia memperkirakan konsumsi akan turun karena ada disrupsi pada supply

    "Karena sebentar lagi juga akan ada dampak perusahaan merasionalisasi karyawan atau PHK. Ini akan ada dampaknya juga ke penerimaan daripada penghasilan masyarakat," ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa anjlok sekitar 0,3 hingga 0,6 persen akibat dampak Virus Corona yang juga menggerogoti perekonomian Cina. Hitungan imbas tersebut dilakukan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Negeri Panda turun hingga 1 persen pada tahun ini.

    "Apabila baseline Indonesia di 5 hingga 5,3 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia nantinya bisa sekitar 4,7 hingga 5 persen," ujar Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

    Sri Mulyani memperkirakan perekonomian Cina akan tertekan pada kuartal pertama 2020, setelah adanya wabah penyakit yang menyerang pernafasan itu. Padahal kuartal pertama tersebut adalah berkontribusi sebesar 30 persen kepada keseluruhan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu.



    HENDARTYO HANGGI | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.