Faisal Dukung Ahok 110 Persen Jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama menerima cinderamata berupa potret dirinya saat menghadiri peluncuran bukunya dalam acara ngobrol@Tempo di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Basuki Tjahaja Purnama menerima cinderamata berupa potret dirinya saat menghadiri peluncuran bukunya dalam acara ngobrol@Tempo di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Senior dari Institute of Development Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. "Saya sih mendukung 110 persen. (Jabatan Komut Pertamina) Udah pastilah dilepas," kata Faisal Basri ketika ditemui di ITS Tower, Jakarta, Jumat 6 Maret 2020.

    Faisal Basri menuturkan, dirinya mendukung penuh Mantan Gubernu DKI Jakarta itu mengisi posisi tersebut. Menurutnya proses penunjukan sebagai kepala badan otorita ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, sehingga tidak perlu mengikuti proses politik.

    "Saya mendukung penuh lah. Kan dia itu otorita enggak ada DPRD-nya jadi ini penunjukan pusat. Kalau proses politik kan bikin ribet dan heboh. Saya yakin," ujarnya.

    Ahok, menurut Faisal Basru, dinilai pantas menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru karena berhasil membangun Jakarta. Hal itu adalah modal yang cukup untuk mengemban amanah sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru nantinya. "Lagipula dia juga punya hak untuk itu. Karena dia kan cuma tahanan politik juga bukan kriminal, dan dia terbukti mampu mengawal Jakarta lebih baik, moralitasnya sudah teruji," ujarnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi membenarkan kabar bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam bursa kandidat pimpinaan Badan Otorita Ibu Kota Baru.

    "Kandidatnya ada banyak, satu Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyono, empat Pak Azwar Anas," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin 2 Maret 2020.

    Bambang Brodjonegoro adalah mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional. Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan Gubernur DKI Jakarta 2014-2017 yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

    Selanjutnya Tumiyana merupakan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) sementara Abdullah Azwar Anas saat ini merupakan Bupati Banyuwangi.

    EKO WAHYUDI l ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.