18.589 Jemaah Umrah RI Dipulangkan dari Saudi dalam 12 Kloter

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim mengenakan masker saat menjalankan ibadah umrah di Mekah, Arab Saudi, 27 Februari 2020. Menurut peta penyebaran virus Corona hingga 27 Februari 2020, tidak ditemukan kasus virus Corona di Arab Saudi. REUTERS/Ganoo Essa

    Umat Muslim mengenakan masker saat menjalankan ibadah umrah di Mekah, Arab Saudi, 27 Februari 2020. Menurut peta penyebaran virus Corona hingga 27 Februari 2020, tidak ditemukan kasus virus Corona di Arab Saudi. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama memastikan bahwa sebanyak 18.589 jemaah umrah Indonesia akan dipulangkan bertahap dalam 12 kloter. Pemulangan ini mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi, merespons  wabah virus corona.

    Pemerintah memastikan, tak ada lagi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi setelah 15 Maret 2020.

    Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) mencatat, hingga kini terdapat lebih 18.000 jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Mereka adalah jemaah yang berangkat dari Indonesia sebelum dikeluarkannya aturan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

    "Sampai hari ini, tercatat ada 18.589 jemaah umrah yang berada di Arab Saudi," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim melalui keterangan resmi yang diterima Kamis 5 Maret 2020.

    Menurut dia, para jemaah umrah akan dipulangkan secara bertahap setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan dan ibadah umrahnya sesuai paket masing-masing. Ia menyebut, pada Rabu kemarin, setidaknya sebanyak 4.763 jemaah dijadwalkan pulang setelah menjalani rangkaian ibadah umrah.

    Mereka dibawa oleh 13 maskapai penerbangan, yaitu AirAsia, Citilink, Emirates Airlines, Ethiopian Airlines, Etihad Airways, Flynas Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Malaysia Airlines, Oman Air, Saudi Arabian Airlines, Srilankan Air, dan Turkish Airlines.

    "Sebagian ada yang penerbangan langsung ke beberapa bandara di Indonesia, sebagian lainnya transit di Kuala Lumpur, Dubai, Addis Ababa, Abu Dhabi, Singapura, Turki, dan Queen Alia," tutur Arfi.

    Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra menambahkan, berdasarkan data Siskopatuh, pemulangan jemaah umrah Indonesia yang saat ini masih di Saudi berakhir 15 Maret mendatang. "Dari data Siskopatuh, pemulangan terakhir jemaah umrah Indonesia pada 15 Maret 2020. Total ada 18.589 jemaah," terangnya.

    Kemenag meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang masih memberikan pelayanan kepada jemaah di Arab Saudi, agar tetap mengawal dan menjaga jemaahnya.

    "PPIU harus memastikan jemaah mendapatkan layanan sesuai paket dan jiga mendapat perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang karena proses pemulangan akan dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan," imbuhnya.

    Berikut rekap data rencana kloter kepulangan jemaah umrah Indonesia:

    1. 4 Maret 2020 : 4.763 jemaah,

    2. 5 Maret 2020 : 4.131 jemaah,

    3. 6 Maret 2020 : 1.931 jemaah,

    4. 7 Maret 2020 : 2.479 jemaah,

    5. 8 Maret 2020 : 2.569 jemaah,

    6. 9 Maret 2020 : 1.378 jemaah,

    7. 10 Maret 2020 : 428 jemaah,

    8. 11 Maret 2020 : 286 jemaah,

    9. 12 Maret 2020 : 241 jemaah,

    10. 13 Maret 2020 : 281 jemaah,

    11. 14 Maret 2020 : 14 jemaah, dan

    12. 15 Maret 2020 : 88 jemaah

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?