Cegah Corona, WNA 4 Negara Wajib Tunjukkan Sertifikat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petugas Imigrasi memproses paspor penumpang pesawat yang tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Dua petugas Imigrasi memproses paspor penumpang pesawat yang tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul penyebaran virus corona di dunia yang semakin meluas, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menyatakan bahwa warga negara asing (WNA) dari empat negara episentrum akan diawasi lebih ketat. Untuk bisa masuk ke wilayah Indonesia, WNA dari Korea Selatan, Iran, Italia, dan Jepang, wajib membawa sertifikat kesehatan yang menunjukkan bahwa mereka sehat dan bebas virus corona.

    "Dalam protokol perlakuan di border, tadi pihak imigrasi sudah kita tekankan bagaimana perlakuan-perlakuan terhadap (warga) empat negara yang menyusul Cina sebagai episentrum baru. Satu yang pasti, harus ada sertifikat healthy," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

    Keputusan untuk mensyaratkan sertifikat kesehatan jika akan masuk wilayah Indonesia itu dibahas dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden dengan sejumlah kementerian dan lembaga di Jakarta. Moeldoko menjelaskan, secara keseluruhan protokol yang dibahas dalam rakor tersebut yakni protokol kesehatan yang akan dibuat Kementerian Kesehatan, tentang apa yang harus dilakukan ketika terdapat kejadian terkait virus corona di suatu wilayah.

    Kemudian ada protokol komunikasi yang dibuat Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menjaga privacy para korban virus corona. Protokol ini juga dimaksudkan untuk menyelaraskan suara pemerintah pusat dan daerah.

    Selanjutnya adalah protokol pendidikan yang akan dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama. Menurut Moeldoko, Kemendikbud dan Kemenag yang mengelola komunitas pendidikan serta tempat ibadah harus membuat protokol yang harus dilakukan di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

    Dia mencontohkan, apabila ada kasus tertentu di wilayah tertentu yang mengharuskan siswa diliburkan, maka harus ada protokol yang dapat dilaksanakan, termasuk pemetaan-pemetaan agar kebijakan di masing-masing daerah tepat.

    Terakhir adalah protokol perlakuan di perbatasan, yakni kewajiban membawa sertifikat kesehatan bagi warga asing dari Korsel, Iran, Italia, dan Jepang. Selain itu, juga akan dilakukan pengecekan sejarah perjalanan atau travel history terhadap semua WNA pendatang, melalui paspor dan pengetatan pemeriksaan kesehatan di pintu masuk perbatasan atau imigrasi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?