Cegah Virus Corona, Menteri yang Demam Dilarang Masuk Istana

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju berbincang di sela rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Ratas ini membahas kebijakan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).  ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju berbincang di sela rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. Ratas ini membahas kebijakan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul adanya dua kasus positif virus corona di Indonesia, Istana Kepresidenan pun meningkatkan kewaspadaan. Seluruh tamu dan staf, termasuk para menteri Kabinet Indonesia Maju wajib melalui pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke Istana Negara.

    Bila ada yang tercatat memiliki subuh lebih dari 37,5 derajat Celcius, maka jangan harap bisa masuk kompleks Istana Kepresidenan. Berdasarkan pantauan Bisnis, setidaknya ada empat titik pintu masuk dengan penjaga yang dilengkapi alat thermal scanner, yakni pintu Jalan Majapahit, pintu Jalan Veteran III, pintu masuk ke kompleks Istana Kepresidenan, dan pintu masuk ke Istana Merdeka.

    "Pejabat dan semua yang akan ke Istana, termasuk pegawai juga. Paspampres, teman-teman wartawan juga diperiksa, menteri juga," kata Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Bey Triadi Machmudin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Maret 2020.

    Hanya satu orang yang tidak diperiksa, yakni Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pasalnya penghuni istana ini telah memiliki dokter pribadi untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

    Bey menjelaskan, pengetatan pengawasan ini akan berjalan setidaknya hingga dua pekan ke depan. Selanjutnya Istana akan mengevaluasi dengan memerhatikan kondisi nasional terhadap wabah virus Corona atau Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tes Usap Rizieq Shihab, Antara Privasi Versus Melindungi Kota Bogor

    FPI menilai tindakan Pemkot Bogor melaporkan RS Ummi ke Kepolisian merupakan tindak ketidakadilan. RS Ummi dilaporkan terkait kondisi Rizieq Shihab.