IHSG Melemah 82,99 Poin, Terendah Dalam Dua Tahun Terakhir

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus terperosok ke level terendah dalam hampir 2 tahun terakhir pada perdagangan hari ini, Jumat, 28 Februari 2020.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70, level terendah sejak Mei 2017.

    Pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2020, IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.535,69 dengan kemerosotan 2,69 persen atau 153,23 poin, penurunan hari kelima berturut-turut sejak perdagangan 21 Februari.

    Pelemahan indeks mulai berlanjut setelah pada awal perdagangan IHSG dibuka terkoreksi 1,8 persen atau 99,52 poin menjadi 5.436,17. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 5.288,37-5.456,28.

    Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif. Penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang melemah 5,85 persen, disusul sektor perkebunan (-4,21 persen) dan konsumsi (-3,17 persen).

    Dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 89 saham menguat, 330 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

    Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,14 persen dan 4,55 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

    Direktur Ciptadana Sekuritas Asia John Teja menyampaikan pelemahan bursa saham global turut menekan sentimen IHSG. Investor mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global akibat penyebaran corona.

    “Seluruh sektor pun terkena di IHSG. Bahkan sektor defensif seperti konsumsi juga ikut tertekan,” ujarnya, Jumat, 28 Februari 2020.

    Head of Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda menyampaikan dengan tidak adanya kasus corona dan ekonomi Indonesia yang bergantung ke pasar domestik, seharusnya pasar saham dalam negeri kembali meningkat.

    “Indeks harusnya mencapai dasarnya pada Februari dan Maret. Dampak virus di Indonesia tidak signifikan dan ekonomi domestik masih kuat,” katanya.

    Di sisi lain, saat ini adalah momentum tepat melakukan aksi beli karena valuasi saham yang rendah dan menyambut musim pembagian dividen.

    Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup merosot masing-masing 3,65 persen dan 3,67 persen, sedangkan indeks Kospi ditutup melemah 3,30 persen.

    Di Cina, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 3,55 persen dan 2,49 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 2,42 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara