Laba Unit Usaha Syariah Bank CIMB Niaga Tembus Rp 1,1 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers kinerja Bank CIMB Niaga Syariah  di CIMB Niaga Tower, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020. Acata ini dipimpin oleh Direktur Syariah Banking CIMB Pandji P. Djajanegara (kedua kiri). TEMPO/Francisca

    Konferensi pers kinerja Bank CIMB Niaga Syariah di CIMB Niaga Tower, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020. Acata ini dipimpin oleh Direktur Syariah Banking CIMB Pandji P. Djajanegara (kedua kiri). TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau CIMB Niaga Syariah membukukan laba sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang tahun 2019. Angka ini melonjak 63,7 persen secara year on year bila dibandingkan dengan tahun 2018.

    Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan laba perusahaan berasal dari pertumbuhan pembiayaan dan pendapatan dari bagi hasil. Menurut Pandji, rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau FDR (finance to deposit ratio) sepanjang tahun ini mencapai 115,82 persen dengan penyaluran sebesar Rp 33,1 triliun.

    "FDR kami tahun 2019 ini naik 24,8 persen dari 2018 dengan penyaluran sebesar Rp 26,5 triliun," katanya di CIMB Niaga Tower, Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020.

    Pandji mengimbuhkan, komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen business banking sebesar Rp 19,4 triliun. Segmen itu meliputi corporate banking, financial institution group atau FIG, commercial banking, dan usaha kecil menengah atau UMKM.

    Sementara itu, pembiayaan dari segmen consumer banking tercatat sebesar Rp 13,7 triliun. Di sisi lain, perseroan mencatat pembiayaan sindikasi dan kepemilikan rumah atau KPR iB sepanjang 2019 mencapai Rp 12,4 triliun. Angka ini tumbuh 42,8 persen secara year on year. "KPR iB masih menjadi kontributor terbesar untuk segmen business banking dan consumer banking," ujarnya.

    Adapun dari sisi pendanaan, pada 2019, CIMB Niaga diklaim berhasil menghimpun dana pihak ketiga atau DPK sebesar Rp 32,6 triliun. DPK pada 2019 terekam naik dari 2018 sebesar 37,5 persen.

    Dari kinerja yang dihimpun sepanjang 2019, Pandji menyatakan CIMB Niaga Syariah saat ini menjadi bank syariah yang terbesar kelima di Indonesia setelah Mandiri Syariah, Bank Muamalat, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Total share asset CIMB Niaga Syariah tercatat sebesar 8 persen dari seluruh aset bank syariah di dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.