Startup Berkembang Pesat, Jokowi: Kita Jangan Hanya Jadi Pasar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan seusai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Presiden menyerahkan 41 SK Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga di Provinsi Riau. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan seusai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat, 21 Februari 2020. Presiden menyerahkan 41 SK Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga di Provinsi Riau. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Tempo.Co, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimistis Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim baik bagi perkembangan start-up di masa sekarang dan mendatang. Start-up berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, Indonesia tercatat memiliki ekosistem start-up teraktif di Asia Tenggara, nomor 5 dunia setelah AS, India, Inggris, dan Kanada. Jumlah total start-up Indonesia yakni; 2.193 startup dengan satu decacorn dan 4 unicorn.

    Indonesia juga merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia dengan pertumbuhan tercepat. Pada 2015, nilainya US$8 miliar dan naik pada 2019 menjadi US$ 40 miliar. Pada 2025, diproyeksikan menjadi US$ 133 miliar. Didukung juga dengan penetrasi pasar internet yang naik 100 juta dalam 10 tahun dengan total internet users saat ini sebanyak 171 juta.

    "Betul-betul sebuah pertumbuhan yang sangat pesat sekali. Potensi ini harus dimanfaatkan, namun jangan sampai kita ini hanya jadi pasar. Kita juga tidak mau jadi penonton," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020 di Ritz-Carlton Pasifik Place, Jakarta pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Jokowi mengingatkan, perkembangan ekonomi digital harus diiringi dengan pemasaran produk usaha dalam negeri dan pengembangan UMKM. "Kita harus mendorong produksi dalam negeri laku dan terjual. Jangan barang impor semua yang dipasang di market place kita," ujar dia.

    Perkembangan ekonomi digital, kata Jokowi, harus bisa mendorong ekspor dan meningkatkan devisa sehingga selanjutnya diharapkan bisa menurunkan defisit neraca transaksi berjalan dan defisit neraca transaksi perdagangan. "Kita harus bekerja keras menjadi produsen sehingga memberikan dampak yang luas dan positif kepada perekonomian masyarakat," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.