PUPR Targetkan Bangun 1.000 Embung Baru dalam 5 Tahun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Embung Tonogoro danau buatan mini di Kulon Progo. Foto: @agoes_pur

    Embung Tonogoro danau buatan mini di Kulon Progo. Foto: @agoes_pur

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memasang target untuk membangun 1.000 embung baru dalam kurun lima tahun ke depan. Pembangunan embung ini merupakan upaya pemerintah untuk mengatur pengelolaan air dan mencegah kekeringan.

    Adapun selama kurun 2015 hingga 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 1.053 embung. Karena itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan bahwa dalam kurun lima tahun ke depan akan dilanjutkan dengan pembangunan 1.000 embung baru.

    Basuki mengatakan penyediaan sarana dan prasarana air bertujuan untuk ketahanan air dan kedaulatan pangan. Salah satunya pembangunan embung dengan kapasitas tampung antara 1.000 hingga 500.000 meter kubik dan kedalaman dibawah 15 meter.

    “Di beberapa daerah ada masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur salah satunya melalui pembangunan embung” kata Menteri Basuki seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis pada laman resmi Kementerian PUPR, Kamis 27 Februari 2020. 

    Sementara itu, pada 2019 Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra III telah menyelesaikan pembangunan Embung Sungsang di Bangkinang, Ibu Kota Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Embung tersebut dibangun di atas tanah seluas 25 hektare dengan luas genangan 5,5 hektare dan kapasitas tampung 123.750 meter kubik.

    Embung Sungsang dibangun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air baku rumah tangga di Kabupaten Kampar dengan debit pengambilan sebesar 100 liter per detik setara 80.000 Sambungan Rumah (SR). Embung sebagai tampungan air juga dapat menampung kelebihan air pada musim penghujan dan dimanfaatkan pada musim kemarau, sehingga menjamin keberlangsungan ketersediaan air daerah tersebut.

    Pembangunan Embung Sungsang dilakukan secara bertahap dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 3 miliar dengan kontraktor PT Pedro Rokan. Pendanaan lain berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2019 sebesar Rp 14,2 miliar dengan kontraktor PT Fera Yanesha Ramadhan.

    Kepala BWS Sumatera III Provinsi Riau John Sianipar menyatakan salah satu tantangan yang dijumpai dalam pembangunan embung tersebut adalah hasil pengujian tanah untuk pondasi tanggul embung dimana terdapat material pasir batu., “Oleh karena itu perlu digunakan steel sheet pile untuk mengurangi rembesan/pergeseran pada bangunan utama dan tanggul embung,” katanya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.