Visa Umrah Ditangguhkan karena Corona, Kerugian Bisa Rp 1 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat muslim berdoa berada dekat Kabah saat melaksanakan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi, 8 Agustus 2019. REUTERS/Waleed Ali

    Sejumlah umat muslim berdoa berada dekat Kabah saat melaksanakan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi, 8 Agustus 2019. REUTERS/Waleed Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi memperkirakan potensi kerugian perusahaan travel umrah dalam dua pekan ke depan bisa mencapai Rp 1 triliun. Kerugian yang diderita perusahaan travel ini akibat kebijakan penyetopan sementara pemberian visa oleh pemerintah Arab Saud, untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona ke tanah suci.

    "Dari Indonesia bisa 50-60 ribu jemaah yang berpotensi batal berangkat kalau visa dilarang untuk dua pekan ke depan. Itu kalau dikalikan rata-rata 20 juta rupiah, maka bisa 1 triliun rupiah," ujar Syam melalui sambungan telepon kepada Tempo, Kamis, 27 Februari 2020.

    Ia mengatakan visa umrah biasanya diterbitkan dua pekan atau sepuluh hari sebelum keberangkatan. Sebab, pemerintah Arab memang membatasi waktu maksimum visa selama 15 hari. "Kalau sudah diterbitkan, mereka (pemegang visa umrah) boleh menunggu maksimum 15 hari untuk tiba di Arab Saudi."

    Sementara itu, menurut Syam, kalau visa belum keluar, maka potensi kerugian itu bisa lebih kecil. Sebab, agen travel bisa berbicara dengan hotel dan perusahaan maskapai sehingga uang deposit yang sudah dibayarkan bisa ditangguhkan dulu dan pemesanan bisa diundur sampai kondisi memungkinkan. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan. "Apalagi kan kami sudah menerima uang jemaah, harus dikembalikan kalau tidak berangkat," tuturnya.

    Hingga saat ini, Syam mengaku belum mendapatkan pengumuman resmi dan terperinci mengenai kebijakan pemerintah Arab tersebut. Untuk itu, ia bakal melihat kelanjutan kebijakan tersebut pada sore hari ini. Ia berharap jemaah yang telah mengantongi visa umrah tetap bisa datang ke Tanah Suci dan tidak perlu dibatalkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.