Buka Kongres Umat Islam VII, Ma'ruf Amin Singgung Soal Khilafah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Maaruf Amin memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Rencananya Indonesia akan memakai Istora Senayan sebagai venue ajang empat tahunan tersebut. Indonesia mengalahkan Uruguay dan Argentina yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah. FIBA menilai Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk menghelat Piala Dunia Basket 2023 ketimbang dua negara pesaing. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Maaruf Amin memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Rencananya Indonesia akan memakai Istora Senayan sebagai venue ajang empat tahunan tersebut. Indonesia mengalahkan Uruguay dan Argentina yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah. FIBA menilai Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk menghelat Piala Dunia Basket 2023 ketimbang dua negara pesaing. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi membuka Kongres Umat Islam (KUI) VII di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu malam, 26 Februari 2020. Dalam KUI 2020 tersebut, Ma'ruf menegaskan bahwa ideologi khilafah bukan kesepakatan nasional dan tidak boleh membawa model negara yang tidak disepakati para ulama.

    "Arah bangsa ini sesuai kesepakatan nasional yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 45. Ini penting bahwa kita menyadari adanya kesepakatan nasional dan tidak boleh membawa model negara yang tidak kita sepakati, termasuk khilafah," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan di KUI ke-VII di Novotel Bangka, Rabu malam.

    Menurut Ma'ruf, upaya membawa sistem khilafah, kerajaan atau keamiran menyalahi kesepakatan. Untuk itu dia mengajak seluruh umat Islam dapat menjaga kesepakatan supaya tetap tercipta suasana kondusif, tenang dan keutuhan bangsa dan negara.

    "Apakah khilafah itu tidak Islam? Saya bilang itu Islam. Tapi tidak berarti islami adalah khilafah. Jadi kalau soal islam, semuanya Islam. Pertanyaannya mengapa khilafah ditolak di Indonesia. Saya bilang bukan ditolak, tapi terdogma. Bedanya di mana? Terdogma bisa masuk tapi ditolak, kalau ditolak memang tidak boleh masuk," ujar dia.

    Dalam KUI ke-VII tersebut, Ma'ruf mengharapkan umat Islam mampu mengurai dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat, bangsa dan negara.

    "Kongres Umat Islam juga harus mampu menghasilkan arah pembangunan nasional dan mampu mewujudkan kualitas umat Islam yang terbaik. Menyangkut juga 5 aspek produktif yakni ekonomi, hukum, pendidikan, kebudayaan dan kehidupan beragama dalam membawa Islam rahmatan Lil Alamin," ujar dia.

    Ma'ruf menambahkan kegiatan KUI perlu didorong untuk menggerakkan kepimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan mewujudkan ulama sebagai panutan serta berperan aktif dalam mengisi dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

    "Kongres Umat Islam mengusung tema strategi perjuangan umat islam Indonesia untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab. Itu sejalan dengan karakter saya yang ingin umat islam berperan signifikan dan bertanggung jawab lebih besar dalam menjaga dan menentukan arah bangsa," ujar dia.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.