Promosi Wisata RI, Influencer Asing Akan Dapat Insentif US$ 50

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Wishnutama dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelum dimulainya rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Dalam rapat ini dibahas rencana pemberian insentif bagi wisatawan asing maupun lokal yang berwisata di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Dari kiri: Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Parekraf Wishnutama dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelum dimulainya rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Dalam rapat ini dibahas rencana pemberian insentif bagi wisatawan asing maupun lokal yang berwisata di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan alokasi anggaran jasa pemengaruh alias influencer Rp 72 miliar adalah bagian dari upaya promosi pariwisata untuk menggaet wisatawan. Dari dana tersebut, pemerintah akan memberi insentif influencer asing yang mempromosikan pariwisata sebesar US$ 50. 

    "Wisatawan mancanegara, misalnya dari Australia dan Amerika Serikat, itu setiap begitu ke Indonesia akan mendapat US$ 50," ujar Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. Kendati ia tidak menjelaskan teknis insentif itu secara terperinci.

     

    Airlangga mengatakan teknis itu akan diatur oleh pelaku industri dan perusahaan maskapai masing masing. "Kami akan mendorong bahwa paket-paket ini leading sektornya di Menteri Pariwisata."

     

    Sebelumnya, Menteri Pariwisata Wishnutama mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp 72 miliar dalam rangka promo wisata bukan hanya untuk membayar influencer. Promosi ini merupakan bagian mengantisipasi dampak virus corona pada perekonomian Indonesia.

     

    "Sebetulnya budget Rp 72 miliar ini adalah untuk berbagai kegiatan promosi wisata mancanegara. Rp 72 miliar bukan untuk influencer saja," kata Wishnutama.

     

    Wishnutama menjelaskan, penggunaan influencer hanya salah satu bagian strategi dari promosi wisata. Adapun influencer yang dilibatkan adalah dari negara target pasar. "Influencer yang akan dilibatkan tentunya dari negara target pasar yang tentunya dipilih karena mempunyai pengaruh besar di target pasar negara tersebut," ujarnya.

     

    Untuk nama-nama pemengaruh yang akan diajak untuk promosi wisata, Wishnutama belum menyampaikan secara detail. "Akan saya update. Lagi rapat soalnya."

     

    Pemerintah sebelumnya berencana mengucurkan dana untuk media dan influencer (pemengaruh) sebesar Rp 72 miliar dalam rangka promosi wisata. Anggaran Rp 72 miliar itu adalah bagian dari insentif untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 298,5 miliar, sesuai dengan sidang kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin.

     

    Selain untuk pemengaruh anggaran tersebut juga dipergunakan untuk subsidi diskon tiket pesawat Rp 98,5 miliar, anggaran promosi Rp 103 miliar, serta kegiatan kepariwisataan sebesar Rp 25 miliar.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara