Kartu Prakerja di 3 Destinasi Wisata Terdampak Corona Dipercepat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden inkumben nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan kartu Pra Kerja saat berpidato dalam kampanye terbuka di Lhokseumawe, Aceh, Selasa, 26 Maret 2019. kampanye ini dihadiri ribuan pendukung, parpol pengusung, dan para ulama. ANTARA/Rahmad

    Calon Presiden inkumben nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan kartu Pra Kerja saat berpidato dalam kampanye terbuka di Lhokseumawe, Aceh, Selasa, 26 Maret 2019. kampanye ini dihadiri ribuan pendukung, parpol pengusung, dan para ulama. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan mempercepat penerbitan kartu prakerja di tiga destinasi wisata yang paling terdampak virus corona, yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau. Kebijakan ini merupakan salah satu stimulus yang tengah dikucurkan untuk mengantisipasi terjadinya perlambatan ekonomi karena wabah virus dari Cina ini.

    "Mekanismenya dari Kementerian Keuangan. Target di tiga lokasi itu bisa dilaksanakan Maret," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara, kemarin, Selasa, 25 Februari 2020.

    Airlangga mengatakan, pemerintah saat ini tengah merampungkan regulasi yang memayungi penerbitan kartu prakerja tersebut. Adapun beleid yang disiapkan adalah peraturan presiden atau perpres.

    Penerbitan kartu prakerja direncanakan lebih cepat sebulan ketimbang target yang telah ditetapkan. Pada pekan lalu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan program tersebut baru bisa diimplementasikan paling cepat pada April 2020 sebab, Perpres baru diperkirakan terbut pada Februari ini. Sedangkan setelah perpres keluar, pemerintah masih harus menyiapkan project management office atau PMO yang bakal menangani pelaksanaan kartu prakerja di lapangan.

    Adapun pada 2020, pemerintah berencana memberikan kartu prakerja kepada 2 juta penerima. Dana yang akan dialokasikan dalam APBN 2020 untuk kartu ini mencapai Rp 10 triliun. 

    Seumpama program ini berhasil, pemerintah dimungkinkan akan menambah anggaran kartu prakerja. Di samping itu, jumlah penerima manfaat juga telah dipastikan akan bertambah hingga dua kali lipat pada 2021.

    Deputi IV Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian yang membidangi koordinasi ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan daya saing koperasi serta UMKM Mohammad Rudy menjamin, kartu prakerja tidak akan diberikan kepada pengangguran. Ia menyebut, program ini menyasar pencari kerja berusia 18 tahun ke atas, pekerja aktif, dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Kartu prakerja juga berlaku untuk pencari kerja pertama. 

    "Kartu ini diutamakan untuk orang yang belum pernah bekerja karena orang yang paling sulit adalah orang yang mau masuk pertama kali bekerja," ujarnya. 

    Kartu prakerja berisi bantuan biaya pelatihan vokasi untuk pencari kerja. Kartu yang menjadi janji kampanye Presiden Jokowi itu digadang-gadang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan agar semakin produktif dan berdaya saing. 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | AHMAD FAIZ | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.