Kasus Jiwasraya, 18 Saksi dari Perbankan Diperiksa Kejagung

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan hasil sitaan dari tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang terparkir di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kendaraan hasil sitaan dari tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang terparkir di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikut terseret dalam kasus Jiwasraya, sebanyak 18 dari total 23 saksi perbankan swasta dan nasional telah dijadwalkan pemeriksaannya oleh Kejaksaan Agung. 

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan, lima saksi perbankan yang tidak memenuhi panggilan tim penyidik kemarin, bakal dipanggil ulang pada hari ini, Rabu 26 Februari 2020. Pemeriksaan akan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Bundar Kejagung.

    Namun, Febrie tidak menjelaskan lebih jauh nama bank yang tidak memenuhi panggilan tim penyidik tersebut. "Ada 18 orang dari pihak bank yang sudah diperiksa dan diklarifikasi keterangannya mengenai aset milik para tersangka. Sisanya bakal dipanggil ulang besok," tutur Febri kepada wartawang di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

    Berikut ini adalah daftar bank yang diperiksa oleh tim penyidik terkait aset milik tersangka perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya pada Selasa:

    1. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk
    2. PT Bank Ina Persada
    3. PT Bank Artha Graha International Tbk
    4. PT Bank ANZ Indonesia 
    5. PT Bank Permata Tbk
    6. PT Bank J Trust Indonesia Tbk
    7. PT Bank Panin Tbk
    8. PT CIMB Niaga Tbk
    9. PT MNC Bank
    10. Bank BRI
    11. PT Bank Mega Tbk
    12. PT BTN Tbk
    13. PT Nobu Bank Tbk
    14. PT BNI
    15. PT Bank Bukopin
    16. PT Bank Mandiri
    17. PT BCA
    18. PT Bank Panin
       

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara