Dampak Corona, Sektor Penerbangan Terima Insentif hingga Rp 910 M

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan usai menjalani masa observasi selama 14 hari terkait virus corona tiba di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi telah memulangkan 238 WNI ke daerah masing-masing karena telah dinyatakan sehat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan usai menjalani masa observasi selama 14 hari terkait virus corona tiba di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi telah memulangkan 238 WNI ke daerah masing-masing karena telah dinyatakan sehat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sektor penerbangan akan mendapatkan stimulus pariwisata hingga Rp 910 miliar dari pemerintah dan stakeholders lantaran turut terdampak virus corona. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan stimulus itu berasal dari dana APBN, bantuan operator bandara dan operator navigasi, serta PT Pertamina (Persero).

    "Stimulus dari APBN sekitar Rp 500-550 miliar," ujar Novie di Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.

    Adapun stimulus yang diberikan oleh operator bandara, seperti Angkasa Pura I dan II serta operator navigasi, yakni Airnav, tercatat mencapai Rp 100 miliar. Insentif itu dikucurkan dalam bentuk keringanan biaya kebandar-udaraan.

    Sedangkan insentif yang digelontorkan Pertamina, menurut Novie, berupa diskon biaya bahan bakar pesawat alias avtur. Seumpama diakumulasi, perusahaan minyak negara tercatat memberikan stimulus hingga Rp 260 miliar untuk maskapai.

    Novie menyebut pemerintah dan stakeholdres akan menggelontorkan insentif pariwisata selama tiga bulan, yakni mulai Maret hingga Mei 2020. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong pergerakan penumpang domestik agar gairah wisata dalam negeri meningkat.

    Mewabahnya corona diakui telah memukul kegiatan di sektor pariwisata, termasuk di bidang transportasi udara. Kementerin Perhubungan mencatat, frekuensi penumpang menurun tajam setelah kasus penyebaran virus ditemukan secara masif di Cina dan negara lain.

    Novie mencontohkan, salah satu rute penerbangan di Indonesia yang terpukul oleh mewabahnya virus corona adalah Bali. Pulau Dewata saat ini diduga tengah merugi karena kehilangan potensi penumpang pesawat hingga 20 persen.

    "Slot penerbangan ke Bali normalnya 450. Karena virus corona, frekuensi menurun hingga kurang dar 400," ucapnya.

    Pemberian insentif ini sebelumnya telah diputuskan dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Wiodo pada Selasa siang. Pertemuan kepala negara dan menteri-menterinya itu memutuskan pemberian stimulus untuk 10 destinasi wisata yang paling terimbas dampak penyebaran virus corona. Destinasi yang dimaksud adalah Batam, Bali, Yogyakarta, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Labuan Bajo, dan Lombok.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.