Tanri Abeng Tanggapi Rencana Erick Thohir Merger BUMN Tak Sehat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanri Abeng. TEMPO/Prima Mulia

    Tanri Abeng. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan menteri BUMN Tanri Abeng menilai rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk memerger atau melikuidasi BUMN yang tidak sehat atau tidak jelas perannya dianggap sudah tepat.

    "Saya kira itu sudah benar, jadi begini. Kementerian BUMN itu harus mengurusi apa yang bisa dikembangkan dan berskala. Kalau BUMN yang tidak sehat atau tidak jelas fungsinya, kasih saja peran BUMN tersebut ke swasta," ujar Tanri Abeng di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Dia mengatakan pihak swasta dinilai akan lebih bisa mengelola dan menjalankan peran tersebut jauh lebih baik dibandingkan oleh BUMN yang dalam kondisi tidak sehat.

    "Ketimbang masih dikelola secara masif oleh Kementerian BUMN, sudah benar pendekatan merger atau likuidasi terhadap BUMN tidak sehat yang akan diambil (Erick Thohir) tersebut," katanya di sela acara bedah buku "BUMN Hadir Untuk Negeri".

    Sebelumnya Erick Thohir menunggu peraturan yang memberikan hak untuk melakukan merger atau menutup sebuah perusahaan BUMN yang tidak jelas atau tidak optimal.

    Erick menjelaskan saat ini pihaknya sedang menunggu peraturan yang akan diputuskan Menteri Keuangan bersama Presiden Joko Widodo, bahwa Kementerian BUMN sebagai pihak yang mengelola aset boleh diberi hak untuk melakukan merger atau menutup sebuah perusahaan BUMN.

    Kalau hak ini sudah didapatkan, Menteri BUMN dapat melakukan pemetaan ulang terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Upaya tersebut saat ini belum bisa dilakukan karena menunggu peraturan terkait hak merger atau likuidasi itu.

    Menurut Erick, banyaknya perusahaan BUMN yang tidak jelas arahnya tersebut membuat Kementerian BUMN harus mengelola ratusan perusahaan di ranah BUMN.

    Selain itu, perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak jelas arahnya itu menimbulkan ekosistem yang tidak sehat bagi UKM ataupun persaingan dengan swasta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.