UEA Hentikan Penerbangan ke Iran Gara-gara Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Han Yi (belakang), seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Xinhua/Xiao Yijiu

    Han Yi (belakang), seorang petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 22 Februari 2020. Xinhua/Xiao Yijiu

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Emirat Arab melarang penerbangan ke semua kota di Iran, kecuali Teheran, untuk mencegah penyebaran virus corona. Dilansir dari Bloomberg, keputusan tersebut mulai aktif per Selasa, 25 Februari 2020. Negara tersebut juga sudah menutup akses penerbangan dari dan ke China, kecuali Beijing.

    Iran menjadi pusat penyebaran virus corona di Timur Tengah, yang menewaskan hingga 12 orang dan 60 kasus infeksi. Air Arabia PJSC dan FlyDubai tercatat mengoperasikan 25 penerbangan setiap minggunya ke kota-kota di Iran, kecuali Teheran.

    Sebaliknya, Emirates, perusahaan penerbangan terbesar berdasarkan jumlah penerbangannya di dunia, hanya terbang ke Teheran.

    Sementara itu, Bahrain juga melarang penerbangan sementara dari dan ke Dubai dan Sharjah. Dua kota ini yang berada di Uni Emirat Arab ini juga dilaporkan menerima sejumlah kasus infeksi virus corona. Penerbangan akan ditangguhkan selama 48 jam ke depan.

    Kuwait juga dilaporkan menyetop penerbangan ke Iran. Selain Iran, Kuwait melarang penerbangan ke Korea Selatan, Thailand, Italia, dan Irak.

    Sejauh ini, Kuwait melaporkan 5 kasus infeksi virus corona, sedangkan Oman dan Bahrain masing-masing melaporkan 2 kasus. Sebaliknya, Uni Emirat Arab melaporkan adanya 13 kasus infeksi virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara