Tiket Kereta Lebaran di Surabaya Sudah Terjual 37 Ribu Kursi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Tiket kereta lebaran 2020 untuk PT KAI Daop 8 Surabaya sudah terjual 37.454 tempat duduk atau 17 persen dari total 220.896 kursi yang tersedia. Pemesanan tiket kereta ini baru dibuka pada Jumat 14 Februari 2020 lalu. 

    Puncak penumpang untuk arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada H-3 atau H-4 sekitar 21-22 Mei 2020. Sedangkan untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 27-28 Mei 2020. Pada hari-hari itu, PT KAI telah menyiapkan sejumlah opsi, seperti penambahan kereta ekstra dan gerbong tambahan. 

    Penjualan tiket KA mudik lebaran 2020 ini, diprediksi akan terus meningkat dalam tiga-empat pekan ke depan.  PT KAI Daop 8 Surabaya meminta masyarakat pengguna transportasi ini, untuk terus mengikuti perkembangan penjualan tiket. Bisa saja, tiket akan habis terjual sebelum mendekati hari libur, atau jauh hari sebelumnya. Karena, penjualan tiket terus menanjak dengan rata-rata terbeli sekitar 2.500 tempat duduk per harinya.

    ”Jadi, memang terus menanjak penjualannya,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Supraprto pada Tempo, Selasa 25 Februari 2020. 

    Menurut Suprapto, dari rentang waktu selama 12 hari, penjualan tiket paling banyak yang dipesan, yaitu pada Jumat 21 Februari 2020. Saat itu tercatat ada 6.480 tempat duduk untuk pesanan tiket. Jumlah tersebut untuk pesanan merata, baik dari jalur utara, selatan dan arah ke timur. ”Tertinggi, pesanan di hari itu,” imbuhnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.