RI Tampung Investasi AS Meski Tolak Proposal Trump soal Palestina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia tetap membuka peluang investasi sekitar US$ 10 miliar dari Amerika Serikat. Kesempatan itu tetap diberikan meskipun di saat yang bersamaan, Indonesia menolak keras proposal perdamaian Palestina-Israel yang ditawarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

    “Kalau mau dikaitkan dengan dagang dia, ya silahkan,” kata Luhut dalam coffee morning bersama wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Februari 2020.

    Saat ini, Indonesia diketahui tengah membentuk Dana Abadi alias Sovereign Wealth Fund (SWF). Amerika pun, lewat IDFC, bakal terlibat di dalamnya dengan berinvestasi pada sejumlah aset yang ditentukan Indonesia. SWF ini akan dikelola secara independen dan profesional lewat satu unit Fund Manager. Dana di SWF ini pula yang bakal digunakan untuk pembiayaan sejumlah proyek di Indonesia.

    Sebelumnya pada 28 Januari 2020, Donald Trump mengumumkan  proposal "Kesepakatan Abad ini", didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Salah satu kesepakatan yang ditawarkan adalah, Kota Yerusalem yang kini berada di wilayah Palestina, akan menjadi ibu kota Israel.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun menolak rencana itu dan menyebutnya sebagai konspirasi. "Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu: Yerusalem tidak untuk dijual,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dari Ramallah di Tepi Barat, sehari kemudian.

    Tak hanya Mahmoud Abbas, proposal ini juga ditentang keras Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Pemerintah Indonesia pun juga menyatakan solidaritasnya kepada Palestina dalam KTT OKI di Jeddah, Arab Saudi, dengan menolak proposal Trump ini.

    "Indonesia mendesak semua anggota OKI agar tetap bersatu dan berkomitmen dalam solidaritas penuh untuk Palestina," tegas Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar menurut rilis Kemenlu RI pada 3 Februari 2020.

    Di tengah situasi ini, pertengahan Februari kemarin, Luhut bertandang ke Amerika dan bertemu Jared Kushner, penasihat senior sekaligus menantu Trump. Jared tak lain adalah orang yang mengawasi pembentukan proposal perdamaian Palestina-Israel ini.

    Meski begitu, Luhut menegaskan bahwa sikap Indonesia sudah jelas, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina. Menurut dia, Indonesia tidak akan pernah bisa diatur mengenai hal ini. Sikap inilah yang disampaikan Luhut kepada Jared maupun Adam Boehler, CEO dari IDFC. “Indonesia tidak bisa serta merta, karena kita comply terhadap konstitusi,” kata dia.

    Selain itu, Luhut pun mengaku sempat berdebat keras dengan Jared cs soal kemerdekaan Palestina dan sikap Indonesia ini. Luhut mengatakan kepada Jared bahwa, “kami tetap berkawan, tapi kami tidak akan bisa melewati garis lain yang sudah ada, mengenai konstitusi kami.” Pihak Amerika pun, kata Luhut, juga menghormati Indonesia tersebut.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara