IHSG Diprediksi Terkoreksi Terkena Dampak Anjloknya Bursa AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 25 Februari 2020, dibuka melemah seiring koreksi bursa saham global.

    IHSG dibuka melemah 22,31 poin atau 0,38 persen ke posisi 5.784,74. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,35 poin atau 0,67 persen menjadi 935,16.

    "Dengan pelemahan bursa AS semalam dan kekhawatiran penyebaran Virus Corona, kami proyeksi IHSG masih akan tertekan hari ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam riset yang dikutip di Jakarta, Selasa.

    Pada perdagangan Senin (24/2), bursa AS di tutup melemah signifikan. Indeks Dow Jones turun 3,55 persen, S&P turun 3,35 persen, Nasdaq turun 3,71 persen.

    Penurunan yang dalam tersebut disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus COVID-19 di luar China yang meningkat pesat di beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia dan Iran.

    Jumlah terinfeksi Virus COVID-19 di Korea Selatan mencapai 833 orang, Italia 230 orang dan Iran 61 orang. Bursa Malaysia ditutup minus 2,5 persen merespons pernyataan pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

    Dari dalam negeri, akan diumumkan paket insentif sebagai antisipasi perlambatan ekonomi akibat Virus COVID-19 oleh Presiden Jokowi hari ini.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan beberapa insentif di antaranya di sektor pariwisata, sektor perumahan yang memberikan efek berganda, dan sektor konsumsi melalui peningkatan bantuan sosial.

    Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 688,5 poin atau 2,94 persen ke 22.698,2, indeks Hang Seng menguat 21,1 poin atau 0,08 persen ke 26.842,dan indeks Straits Times menguat 25,87 poin atau 0,82 persen ke 3.168,07.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.