Bursa Saham AS Anjlok Terpukul Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham pasca-Lebaran di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham pasca-Lebaran di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat anjlok dengan penurunan terbesar sejak Agustus 2019 pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Februari 2020 pagi waktu AS. Penurunan ekuitas di AS ini mengikuti saham-saham Eropa yang rontok terpapar kekhawatiran investor akan penyebaran virus corona yang lebih parah di luar China. Dampaknya, aset safe haven seperti Treasury AS dan emas melonjak.

    Tiga indeks acuan utama AS dibuka dengan penurunan lebih dari 3 persen lebih rendah, dengan Indeks S&P 500 mencatat penurunan terbesar sejak Agustus. Dow Jones Industrial Average pun tercatat turun dan menghapus kenaikannya selama tahun ini.

    Indeks Stoxx Europe 600 turun sebanyak 4,2 persen, menuju penurunan terbesar sejak 2016, karena investor meninggalkan saham. Tingkat risiko kredit pada perusahaan-perusahaan berpenghasilan tinggi di kawasan itu pun melonjak.

    Sementara itu, harga emas di pasar spot mendekati US$1.700 per troy ounce, sementara minyak mentah Brent jatuh hampir 4 persen. “Pasar membenci ketidakpastian dan virus corona mewakili pasar risiko makro yang paling tidak pasti yang pernah dihadapi selama bertahun-tahun,” kata Alec Young dari FTSE Russell, dikutip dari Bloomberg.

    Menurutnya, investor juga sangat menyadari bahwa banyak yang salah menilai keparahan dampak ekonomi dari virus sejak awal dan mereka bersiap untuk risiko terburuk sekarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.