Kepala Bappenas: Kita Berdoa Saja Donald Trump Tidak Terpilih

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharso Monoarfa tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Suharso Monoarfa tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyebutkan tidak kembali terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat bisa kembali mendorong pertumbuhan ekonomi global.

    “Jadi kita berdoa saja dia tidak terpilih,” kata Suharso disambut tawa peserta acara, dalam acara Kick Off Meeting Rencana Kerja Pemerintah 2021 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

    Harapan Suharso itu didasari atas hal yang diperkirakan bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021. Salah satunya adalah hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020.

    Jika Presiden Donald Trump tidak terpilih, menurut Suharso, maka pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan meningkat. Sebaliknya jika Trump terpilih untuk kedua kalinya, maka ekonomi diperkirakan menurun.

    Donald Trump mulai menjabat sebagai Presiden Amerika sejak Januari 2017. Kini, Trump kembali menjadi calon presiden dari Partai Republik dalam pemilu yang bakal digelar November 2020. 

    Saat ditanya apakah hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap calon lain selain Trump, Suharso langsung membantahnya. “Kami enggak (mendukung calon selain Trump), kami melihat dari kebijakannya (Trump),” kata dia.

    Kebijakan Trump yang selama ini lebih populis dan protektif, menurut Suharso, menjadi salah satu yang turut membuat perekonomian global lesu. Ia juga menilai Trump menggunakan instrumen Generalized System of Preferences (GSP)-nya untuk menekan mitra dagang negaranya.

    Instrumen atau fasilitas GSP ini merupakan insentif yang diberikan Amerika ke negara lain yang dikategorikan sebagai negara berkembang, salah satunya Indonesia. Tapi kini, Trump menilai Indonesia sebagai negara maju. Sehingga, fasilitas ini pun dicabut dan tak lagi dinikmati Indonesia. 

    Lebih jauh, Suharso menjelaskan, selain Trump, ada dua kondisi lain yang diprediksi membuat ekonomi global menurun. Keduanya adalah eskalasi perang dagang Amerika Serikat vs Cina dan meluasnya Virus Corona. “Jadi bukan berarti, Pak Harso (Suharso) anti-Trump,” ucapnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.