Strategi Platform Dompet Digital Setelah Era Cashback Berakhir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO DANA Vincent Iswara, IT & Mobile Businesa Vice President Samsung Electronics Indonesia Bernard Ang, beserta VP Business Development Gopay Imam Akbar Hadikusumo menandatangani MoU kerja sama di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    CEO DANA Vincent Iswara, IT & Mobile Businesa Vice President Samsung Electronics Indonesia Bernard Ang, beserta VP Business Development Gopay Imam Akbar Hadikusumo menandatangani MoU kerja sama di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara dompet digital dan uang elektronik memperkuat strategi bisnis yang berkelanjutan di tahun ini. Sejak tahun lalu, industri pembayaran digital perlahan mulai mengurangi pemberian promosi kepada pengunanya, atau tak lagi jor-joran seperti sebelumnya. 

    Chief Executive Officer (CEO) DANA, Vincent Iswara menuturkan pemberian diskon atau cashback bukan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan transaksi dan menciptakan loyalitas konsumen. 

    “Ini sudah kami sadari sejak awal tentang ‘strategi bakar uang’, maka itu kami memilih untuk mengembangkan fitur dan layanan yang lebih berdampak jangka panjang,” ujar dia kepada Tempo, seperti yang dilansir Koran Tempo edisi Senin 24 Februari 2020. 

    Vincent menuturkan salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan meluncurkan fitur Card Binding, dimana pengguna dapat menyimpan kartu debit atau kartu kredit miliknya, sehingga tak perlu lagi repot melakukan pengisian saldo (top up) berulang. “Terbukti dengan kemudahan dan kenyamanan ini, pengguna fitur Card Binding 50-60 persen lebih loyal,” kata dia. 

    Vincent berujar hingga Desember 2019, lebih dari 85 persen transaksi pengguna DANA tidak  menggunakan promosi dalam bentuk apa pun. “Jadi cuma 15 persen transaksi yang promo driven.” Tak hanya itu, dia melanjutkan, penyedia pembayaran digital juga perlu menyiapkan inovasi fitur dan layanan untuk merchant mitra, khususnya dalam rangka memperluas akseptansi. 

    “Benefit yang ditawarkan harus semakin banyak, misalnya kami mengembangkan fitur dimana mereka sendiri yang bisa membuat promosi untuk mengundang customer datang,” kata Vincent. Improvisasi layanan juga dilakukan dengan memudahkan merchant dalam melakukan rekonsiliasi transaksi dan mencatat performa usahanya. “Intinya merchant juga harus punya benefit ketika masuk dalam ekosistem kami.” 

    Sementara itu, penyelenggara e-payment lainnya, GoPay di awal tahun ini melakukan gebrakan dengan memperluas layanan pembayaran di ekosistem pendidikan, yaitu untuk membayar uang sekolah (SPP). Head of Corporate Communication GoPay, Winny Triswandhani menuturkan pembayaran SPP dapat dilakukan via gitur GoBills di aplikasi GoJek. “Sejak awal 2019 kami telah menjalin kerja sama dengan 50 SMK di Jakarta Utara untuk menerapkan transaksi non tunai melalui QR Code,” ujar Winny. 

    Adapun sebanyak 180 lembaga pendidiman seperti pendidikan, madrasah, sekolah, serta tempat kursus di Indonesia kini telah terdaftar dalam fitur GoBills. Winny menambahkan layanan seperti itu masuk dalam salah satu upaya GoPay untuk meningkatkan loyalitas penggunanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara