IPEX 2020, Rumah Dekat Stasiun Paling Diburu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Februari 2020. Kementerian Keuangan memutuskan untuk menambah sasaran pemberian subsidi bunga perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 224 ribu rumah. Keputusan ini merupakan salah satu stimulus belanja negara untuk memperkuat perekonomian domestik. Tempo/Tony Hartawan

    PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Februari 2020. Kementerian Keuangan memutuskan untuk menambah sasaran pemberian subsidi bunga perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 224 ribu rumah. Keputusan ini merupakan salah satu stimulus belanja negara untuk memperkuat perekonomian domestik. Tempo/Tony Hartawan

    Tempo.Co, Jakarta - Indonesia Property Expo yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi berakhir hari ini, Minggu, 23 Februari 2020. Dalam pameran ini, BTN mencatat permintaan rumah tertinggi terjadi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan akses transportasi.

    "Seperti Jakarta, Bogor, Depok, dan Serpong," kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury, dalam keterangan resmi, Minggu, 23 Februari 2020. 

    Selain itu, kata Pahala, sejumlah proyek yang meraih minat terbanyak adalah proyek Transit Oriented Development (TOD) milik Perum Perumnas, Adhi Commuter Property dan Proyek HK Realtindo di Sawangan, Jawa Barat. Terakhir yaitu proyek apartemen milenial milik PT PP Properti.

    Selama sembilan hari ini, BTN juga mencatat meraih potensi kredit baru senilai Rp 4,56 triliun, lebih tinggi dari target sebesar Rp 3 triliun. Angka ini setara 7.688 unit apartemen maupun rumah. Dari jumlah ini, kata Pahala, hunian yang paling diminati berkisar Rp 300-500 juta.

    Menurut Pahala, capaian ini bisa diraih dengan adanya stimulus yang diberikan pemerintah di sektor properti pada awal 2020. Mulai dari penurunan suku bunga acuan hingga pelonggaran Loan To Value atau LTV yang telah membuat uang muka KPR (Kredit Perumahan Rakyat) makin terjangkau.

    Pahala menilai tren penurunan suku bunga acuan dan makin maraknya perluasan akses jalan tol menjadi menjadi faktor utama masyarakat membeli rumah tahun ini. Terlebih Kementerian Keuangan menyatakan bahwa subsidi selisih bunga atau SSB untuk sekitar 224.000 unit rumah akan ditambahkan ke anggaran tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.