Harga Emas Naik Pecahkan Rekor Tertinggi Jadi Rp 804 Ribu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emas batangan motif batik seri II dari Antam.

    Emas batangan motif batik seri II dari Antam.

    TEMPO.CO, JakartaHarga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau emas Antam tercatat naik Rp 11.000 dan menembus rekor tertinggi baru menjadi Rp 804 ribu per gram pada perdagangan hari ini, Sabtu, 22 Februari 2020. Sehari sebelumnya, komoditas itu dibanderol sebesar Rp 793 ribu per gram.

    Bila dibandingkan sejak awal tahun lalu, harga emas tersebut melonjak signifikan. Pada 2 Januari 2019, harga emas tercatat Rp 665 ribu per gram. Harga komoditas itu kemudian berfluktuasi dan beberapa kali menembus level tertinggi. Tercatat per 5 September 2019, harga emas mencapai 775 ribu per gram.

    Di awal tahun 2020, tren kenaikan harga emas berlanjut. Per 8 Januari 2020, harga emas melambung hingga ke tingkat tertinggi mencapai 799 ribu per gram dan akhirnya pecah pada hari ini.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association. Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    1 gram Rp 804.000
    2 gram Rp 1.557.000
    3 gram Rp 2.314.000
    5 gram Rp 3.840.000
    10 gram Rp 7.615.000 
    25 gram Rp 18.930.000
    50 gram Rp 37.235.000
    100 gram Rp 75.500.000
    250 gram Rp 187.500.000

    Sedangkan harga emas berukuran 500 gram dihargai Rp 376,8 juta. Adapun harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 753,6 juta.

    Adapun dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). "Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22," tulis situs tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.