Erick Thohir Ingin Telkom Beri Dividen Lebih Banyak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir kembali menyinggung soal PT Telekomunikasi Indonesia alias Telkom. Ia menginginkan perseroan bisa memberi dividen lebih banyak kepada pemegang saham.

    "Terus kalau dividen lebih besar pemegang saham senang enggak? Harga saham bagus enggak sebab lima tahun ke depan akan kasih dividen seperti itu, pasti banyak yang beli dividen," ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.

    Belum lagi, kata Erick, kalau perseroan memiliki strategi bisnis yang meyakinkan. Ia optimistis akan lebih banyak pemodal jangka panjang yang masuk membeli saham tersebut, terutama kalau sahamnya masuk kategori blue chip.

    "Jadi memang gaya saya ke Telkom seperti itu bukan untuk menjatuhkan. Justru saya ingin mereka merespon dengan hasil mereka," ujar Erick.

    Belakangan, Erick memang kerap mempersoalkan kinerja Telkom. Ia mengatakan perseroan terlalu bergantung kepada anak perusahaannya, Telkomsel. Sebab, Telkomsel, tuturnya, memang cukup menghasilkan ketimbang perusahaan induknya.

    Kendati demikian, keuntungan dari Telkomsel tidak bisa ditransmisikan langsung kepada pemilik saham lantaran mesti melalui Telkom terlebih dahulu. "Sekarang bicara bisnis, misalnya kalian pemegang saham, dari perusahaan Telkomsel, anggap dividennya Rp 10 triliun, sebagai pemegang saham, dividen mau Rp 10 triliun atau di bawahnya? Jadinya Rp 3 triliun mau enggak? Kenapa enggak mau, karena jadi sedikit kan, paling tidak Rp 5 triliun lah," ujar Erick.

    Ini bukan kali pertama Erick menyentil Telkom. Sebelumnya ia juga mengkritik PT Telkom Indonesia Tbk lantaran belum maksimal mengeksplorasi bisnis di sektor digital. Ia menyoroti penerimaan Telkom yang hampir 70 persen disumbang oleh anak usahanya, Telkomsel.

    "Enak di Telkom, Telkomsel deviden, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70 persen, mendingan enggak ada Telkom, mending Telkomsel langsung dimiliki Kementerian BUMN, devidennya jelas," ujar Erick di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Karena itu, Erick Thohir ingin ke depan Telkom mengubah dan mentransformasikan bisnisnya. Salah satunya, dengan melirik bisnis basis data, big data, hingga bisnis cloud. "Masak cloudnya dipegang Alicloud, dengan database besar dan data disebut the new oil, masak database kita dipegang negara lain."


    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara