Jokowi Berharap Pabrik di Pelalawan Kurangi Impor Bahan Tekstil

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (ketiga kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Mendagri Tito Karnavian (kanan), Jaksa Agung ST Burhanuddin (keempat kanan), Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) dan Seskab  Pramono Anung (kiri) menekan tombol saat membuka Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (ketiga kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Mendagri Tito Karnavian (kanan), Jaksa Agung ST Burhanuddin (keempat kanan), Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) dan Seskab Pramono Anung (kiri) menekan tombol saat membuka Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan fasilitas produksi rayon dan benang terintegrasi PT Asia Pacific Rayon di Kabupaten Pelalawan pada Jumat, 21 Februari 2020. Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap produksi serat rayon di sana, bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku tekstil Indonesia.

    "Saya kira dengan jumlah nursery bibit yang sampai 300 juta kapasitasnya itu sebuah jumlah yang sangat besar. Ini yang saya kira banyak belum dilihat bahwa kita memiliki sebuah potensi besar dalam industri rayon ke depan," kata Jokowi dalam sambutannya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Viscose rayon merupakan salah satu bahan baku bagi industri tekstil dan produk tekstil berkelanjutan. Bahan baku tersebut merupakan serat benang yang berasal dari olahan kayu dan dapat terurai secara alami. Jokowi mengatakan pengembangan dan pengimplementasian teknologi di fasilitas produksi tersebut perlu diapresiasi.

    Fasilitas produksi tersebut memproduksi kurang lebih 240.000 ton serat rayon per tahunnya (akan meningkat menjadi 600.000 ton dalam beberapa tahun ke depan) dengan suplai bahan baku yang telah melalui sertifikasi nasional (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) dan internasional (Programme for the Endorsement of Forest Certification).

    Realisasi investasi berupa fasilitas produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat industri tekstil dan produk tekstil nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tekstil seperti kapas yang kebutuhannya masih belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

    "Jadi tidak usah kita impor rayon, impor viscose. Kita sendiri sudah bisa memproduksinya. Saya kira kekuatan-kekuatan seperti ini yang harus mulai diangkat karena ini juga bisa mengurangi substitusi impor, artinya bisa mengurangi defisit neraca perdagangan kita," kata Jokowi.

    Untuk diketahui, selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, produk rayon dari fasilitas produksi tersebut juga diekspor ke sejumlah negara lain seperti Turki, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, hingga negara-negara Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.