Jokowi Minta Pembanguan Jalan Tol Tak Menunggu IRR Tinggi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Tol seksi 2,3 dan 4 yang akan melintasi ibu kota baru itu memiliki panjang 57,8 kilometer dari total lima seksi Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,3 kilometer. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Tol seksi 2,3 dan 4 yang akan melintasi ibu kota baru itu memiliki panjang 57,8 kilometer dari total lima seksi Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,3 kilometer. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol yang kini dikebut oleh pemerintah, terutama untuk ruas Tol Trans Sumatera, investor tidak menunggu Internal Rate of Return (IRR) tinggi. 

    Jokowi mengatakan bahwa saat ini IRR hanya berkisar 8-9 9 persen. "Kalau tidak dimulai dan nunggu IRR harus tinggi 12 persen ya tidak akan dimulai mulai," kata Jokowi, saat meninjau pembangunan jalan tol seksi I Pekanbaru-Dumai (Permai) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat 21 Februari 2020.

    IRR merupakan parameter pengukuran analisa suatu proyek atau investasi. Pengukuran ini sering digunakan untuk menghitung tingkat keuntungan suatu investasi.

    Presiden menjelaskan sepanjang 460 kilometer Tol Trans Sumatera telah dioperasikan, sementara 490 kilometer lainnya masih dalam tahap konstruksi. Selain itu, Presiden juga mengatakan sepanjang 740 kilometer tengah dilelang pemerintah.

    "Trans Sumatera ini (sepanjang) 2.900 (kilometer) kurang lebih. Yang sudah beroperasi 460 kilometer, konstruksi 490 kilometer, mau lelang 740 kilometer. Kita harapkan Insya Allah 2024 sudah tersambung semua," ujarnya.

    Dia menuturkan jika pembangunan infrastruktur tol yang menjadi salah satu program utama pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

    "Kita harapkan dengan kesiapan infrastruktur ini semuanya lebih cepat. Pengiriman logistik, mobilitas orang dan barang lebih cepat. Itu nanti keliatan dalam index competitiveness Indonesia juga meningkat," ujar Presiden Jokowi.

    Khusus jalan tol di Riau, Presiden Jokowi berharap proses pembangunan dapat diselesaikan pada April 2020 mendatang sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mudik Lebaran.

    Jokowi meninjau pembangunan tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang merupakan jalan tol pertama di Bumi Lancang Kuning dan menghubungkan ibu kota provinsi Riau dengan Kota Pelabuhan, Dumai.

    Peninjauan ruas tol sepanjang 131 kilometer yang kini telah masuk tahap akhir pembangunan tersebut dilakukan Presiden usai meresmikan pabrik PT Asia Pasific Rayon di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

    Dengan mengenakan setelan kemeja putih rompi bertuliskan Indonesia Maju berwarna biru dengan celana panjang kain hitam dipadukan sepatu kets, Presiden Jokowi menyaksikan langsung perkembangan pembangunan ruas tol gerbang seksi I di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Riau Syamsuar serta Walikota Pekanbaru Firdaus juga terlihat hadir mendampingi Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.