Pasokan Material Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkendala Corona

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasokan bahan baku pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diprediksi akan terhambat karena mewabahnya virus corona di Cina. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) Chandra Dharmaputra mengatakan saat ini beberapa material tak bisa masuk karena sejumlah pabrik di Negeri Tirai Bambu belum aktif.

    "Pabriknya di sana berhenti, belum hidup karena corona. Kami tidak tahu ini akan sampai kapan," ujar Chandra di kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari 2020.

    Chandra mengakui, selama ini Cina memang memasok beberapa jenis material untuk pembangunan kereta cepat. Salah satunya ialah waterproofing. Meski pengadaan material dari Cina tak mencapai 50 persen dari total keseluruhan bahan baku produksi, fenomena wabah ini diakui cukup berpengaruh terhadap proyek.

    Untuk mengantisipasi menipisnya pasokan material tersebut, Chandra memungkinkan pihaknya akan melakukan subtitusi impor bahan baku dari negara lain. Langkah itu dilakukan agar pengoperasian kereta cepat tak meleset dari target.

    Di samping itu, KCIC akan meminta kontraktor menyusun rencana berdasarkan situasi yang berkembang saat ini. "Jadi kita akan maksimalkan agar konstruksi 2021 selesai dan beroperasi," ujarnya.

    Selain masalah pasokan, KCIC menghadapi kendala sumber daya manusia. Chandra mencatat, saat ini pekerjanya yang masih tertahan di Cina pasca-libur Imlek mencapai sekitar 300 orang. Ia menjelaskan, pekerja-pekerja itu belum bisa kembali ke Indonesia lantaran pemerintah masih menutup rute penerbangan ke Negeri Tirai Bambu.

    Adapun pekerja-pekerja Cina tersebut berada di level manajemen yang berbeda, mulai pekerja biasa hingga top manajerial. Tertahannya pekerja KCIC, khususnya yang menempati bagian manajerial, diakui oleh Chandra cukup berpengaruh.

    "Karena keputusan kan harus cepat. Yang kita sanksikan, ini mau sampai berapa lama (penutupan penerbangan). Lalu, kami kan juga enggak boleh mendatangkan (pekerja-pekerja dari Cina karena paparan virus corona)," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.