Prabowo Sambangi Kantor Luhut, Bahas Pembelian Sukhoi?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat, 21 Februari 2020. Menggunakan kemeja safari warna cokelat, Prabowo tiba di kantor Luhut sekitar pukul 11.00 WIB.

    Pantauan Tempo, pertemuan tersebut berlangsung selama 45 menit. Ketua Umum Partai Gerindra itu tiba saat Luhut tengah menggelar rapat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-Cina Chandra Dwiputra.

    Ditemui seusai keluar dari kantor Luhut, Prabowo tak menjelaskan detail isi persamuhan tersebut. "Nanti ya," ujarnya kepada wartawan.

    Adapun kala ditanya apakah pertemuan itu berkaitan dengan pengadaan alutsista Sukhoi SU-35, Prabowo tak menampik atau membenarkan. "Nanti ya, nanti," tuturnya sembari masuk ke mobil berwarna putih.

    Rencana pembelian Sukhoi SU-35 memang mencuat belakangan ini setelah Prabowo berkunjung ke Rusia akhir Januari lalu. Di sana, Prabowo menemui Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu di kantor Kementerian Pertahanan Rusia, Moskow.

    Sepulangnya dari Rusia, Prabowo mengatakan masih terus mengkaji rencana belanja Sukhoi ini. "Ya, kita lihat nanti. Semua kami evaluasi," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2020.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam rapat terbatas tentang alutsista pada November 2019 lalu berpesan agar setiap pengadaan, terutama yang bekerja sama dengan negara lain, harus memastikan adanya proses alih teknologi. "Kita harus memastikan bahwa SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat," ujarnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.