Alasan Bos BCA Yakin Kredit Tumbuh 10 Persen pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan keterangannya seusai membuka acara BCA Expo Jakarta 2019 yang digelar di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 26 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan keterangannya seusai membuka acara BCA Expo Jakarta 2019 yang digelar di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 26 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk  (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya tetap optimistis mencapai target pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 10 persen di tengah berbagai tantangan global sekarang ini.

    “Saya cenderung optimistis 2020 dengan adanya kabinet baru, omnibus law, dan daya beli meningkat, jadi harapannya 2020 lebih baik. Rencana bisnis bank (RBB) kita, target kredit (tumbuh) 10 persen,” katanya di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

    Tak hanya itu, Jahja menyebutkan pada tahun lalu yang pertumbuhan kredit nasional hanya 6 persen. Sedangkan BCA mampu melampauinya hingga 9,5 persen. Karena itu, BCA yakin mampu meningkatkan kredit tahun ini.

    Ia melanjutkan, di tengah berbagai kondisi eksternal yang semakin tidak menentu seperti wabah virus corona baru jenis COVID-19 pun BCA masih bisa mencatatkan pertumbuhan kredit 5-7 persen.

    “Dalam keadaan seperti ini credit growth kita bisa 5-7 persen apalagi banyak masalah di capital market, reksa dana, asuransi. Jadi, ini harus kita siapkan dan jaga-jaga ke nasabah kita,” katanya.

    Jahja juga menyatakan BCA telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan tersebut terutama dalam memanfaatkan momentum Lebaran sebagai penunjang pertumbuhan kredit.

    Di sisi lain, ia mengatakan sebenarnya BCA tak mau untuk berekspektasi terlalu tinggi sebab pihaknya lebih fokus untuk mencatatkan pertumbuhan kredit yang berkualitas.

    “Kita siap untuk itu, namun credit growth kami tak berani ekspek tinggi meski menjelang Lebaran mungkin bisa tumbuh. Kita mau tingkatkan kredit tapi harus berkualitas,” katanya.

    Jahja juga menuturkan BCA lebih memprioritaskan mencetak kredit baru agar tidak sampai macet daripada membuat strategi dalam menurunkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang sebesar 1,3 persen pada 2019.

    ”Kalau dibandingkan NPL sebelumnya turun malah dari 1,4 persen (2018) ke 1,3 persen (2019). Industri masih 2,8 persen NPL-nya. Kami bukan strategi menurunkan, tapi menjaga kredit baru jangan sampai macet,” katanya.

    BCA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,5 persen yaitu mencapai Rp 603,7 triliun sepanjang 2019 yang didukung kredit korporasi tumbuh 11,1 persen menjadi Rp 236,9 triliun dan kredit komersial serta SME naik 12 persen yaitu Rp 202,9 triliun.

    Berikutnya, kredit konsumer tumbuh 4,3 persen menjadi Rp 158,3 triliun dengan segmen kredit pemilikan rumah (KPR) Rp 93,7 triliun atau tumbuh 6,5 persen, kredit kendaraan bermotor (KKB) turun 1,1 persen menjadi Rp 47,6 triliun dan outstanding kartu kredit tumbuh 9,4 persen menjadi Rp 14,1 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.