India Dikabarkan Siap Beli 1,1 Juta Ton Olahan CPO Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harga Referensi CPO Naik pada Periode September 2019.

    Harga Referensi CPO Naik pada Periode September 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - India dikabarkan siap membeli produk olahan Cride Palm Oil (CPO) Indonesia, yakni refined bleached deodorized (RBD) palm olein sebanyak 1,1 juta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menilai positif langkah India tersebut.

    Airlangga berharap, rencana India untuk membeli produk turunan minyak kelapa sawit (CPO) asal Indonesia ini bisa segera terealisasi. Namun, ketika dikonfirmasi progress pembahasan perdagangan komoditi tersebut bersama India, Airlangga enggan mengungkapkannya karena hal ini urusan dilakukan para pelaku usaha. "Kalau itu kan business to business," ucap Airlangga di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai pembelian produk olahan sawit Indonesia oleh India adalah sebuah hal yang bagus untuk perekonomian. "Kalau ada, bagus dong secara suplai kita juga sekarang ini cukup karena ada B30 tidak kelebihan seperti dulu lagi," ucapnya pada kesempatan yang sama.

    Seperti dikutip dari Reuters, Kamis 20 Februari 2020,  pejabat pemerintah India dan tiga trader mengatakan telah menerbitkan izin impor untuk 1,1 juta ton refined bleached deodorized (RBD) palm olein dari Indonesia. Ini adalah sebuah langkah yang mengejutkan lantaran pada 8 Januari 2020 India menempatkan produk turunan CPO termasuk RBD palm olein dalam daftar barang-barang impor terlarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara